|
Pertukaran Utang Batal
Kamis, 07 Juli 2005 | 20:35 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Perhubungan Hatta Radjasa menegaskan pertukaran utang (debt swap) senilai US$ 100 juta dengan Inggris batal. Pemerintah dan DPR menilai skema pertukarang utang dengan pengadaan 1.000 bus Damri ini tak menguntungkan.
"Rapat dengan DPR setuju menambah bus Damri, tapi bukan dengan pola itu," kata Hatta kepada Tempo di Jakarta, Kamis (7/7).
Skema pertukaran utang ini, dinilai Hatta, terlampau mahal. Sebab, satu buah bus Mercedes dikenai harga sekitar Rp 700 juta. Pemerintah akan mencari bus dari negara lain yang harganya murah. "Dari Cina satu bus bisa hanya Rp 20 juta," kata dia.
Hatta mengaku telah menyampaikan pembatalan itu secara lisan ke Menteri Keuangan Jusuf Anwar. Keputusan pembatalan baru diambil Senin kemarin. Dengan pertimbangan harga itulah Departemen Perhubungan tak kunjung menyampaikan laporan kondisi Damri ke DPR.
Suryani Ika Sari
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|