Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

PLN Disarankan Memakai Gas
Kamis, 07 Juli 2005 | 19:07 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Kardaya Warnika menyarankan agar PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mengubah bahan bakar pembangkitnya dari minyak ke gas (liquid proteleum gas). Upaya ini untuk menghemat bahan bakar minyak yang pasokannya kian menipis dan mahal.

Penggunaan LPG, kata Kardaya, merupakan energi alternatif yang relatif cepat bisa dilakukan PLN ketimbang gas alam cair (liquid natural gas) yang pengembangannya butuh waktu lama. "Tiga pembangkit di Kalimantan sedang dikaji," kata dia di Jakarta, Kamis (7/7).

Dengan konversi bahan bakar ini, kata Kardaya, beban pemerintah juga akan terkurangi dalam menanggung subsidi minyak. Menurut Kardaya stok LPG sangat cukup untuk menyuplai kebutuhan PLN saat ini. Dari pasokan LPG 3,4-5 juta ton setahun, pemakaian di dalam negeri tak sampai 1,5 juta ton.

Kardaya mengakui memakai gas akan lebih mahal ketimbang minyak atau gas alam cair. Tapi, dari hitung-hitungan lembaganya, memakai LPG masih menyisakan keuntungan. "Paling tidak tak bergantung lagi harga minyak," kata dia. Beban pemerintah memang terus meningkat seiring terus naiknya harga minyak dunia karena ada beban impor minyak untuk menutup kebutuhan dalam negeri.

Tiga pembangkit listrik tenaga disel di Kalimantan kini sedang dikaji memakai LPG sebagai bahan bakarnya. Sumber gasnya akan dipasok dari beberapa lapangan gas yang berdekatan seperti Jabung dan Belanak.

Muhammad Fasabeni

Dari Arsip Majalah TEMPO
Surat Pembaca | 11 April 2005
Proyek Sarat Insentif | 28 Maret 2005
Jalan Lain Mencari Investor | 28 Maret 2005
Ramai Kaget Tagihan Naik | 17 Januari 2005
Belum Rugi, Hanya Ragu | 20 Desember 2004
Waswas Tercekik di Tangan Swasta | 20 Desember 2004
Buang Jauh Mimpi itu | 20 Desember 2004
Buah Kekalahan Pertamina | 20 Desember 2004
Rp 157 Miliar Akibat Listrik Padam  | 24 Mei 1999
Asal Tak ke Jenewa  | 24 Mei 1999
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Gedung PLN di Gambir, Jakarta, 7 September 2000. [ TEMPO/ M Safir Makki; 33D/224/2002; 20020508 ]. Gedung PLN di Gambir, Jakarta, 7 September 2000. [ TEMPO/ M Safir Makki; 33D/224/2002; 20020508 ].
Gedung PLN Gambir
Gedung PLN Gambir
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Sejumlah Kontrak Penjualan Gas Ditandatangani
PLN Cari Pinjaman Untuk Menambal Cash Flow
Listrik di Jawa Timur Akan Dipadamkan Bergilir
PLN Kalsel Nyatakan BBM PLTD Kritis
Masyarakat Menolak Dilewati SUTET
Meneg BUMN Ketemu Jaksa Agung Bahas Tersangka PLN
Meneg BUMN : Pejabat PLN Bisa Di-Non-Aktif-kan
Kejaksaan Sudah Kantongi Tersangka Korupsi PLN
Industri Siapkan Energi Alternatif
Geo Dipa Menangi Tender Sarulla
> selengkapnya...


Referensi

Kasus Korupsi Prioritas Kerja 100 Hari Polri
Keppres RI No. 166 Tahun 1999 Tentang Tim Restrukturisasi dan Rehabilitasi PT. ( Persero ) Perusahaan listrik Negara
UU RI nomor 20 Tahun 2002 Tentang Ketenagalistrikan

Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
PT PLN (Persero)


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Ibu Tewas Tertabrak Bus Transjakarta
Kejaksaan Sudah Periksa 7 Orang
Tersangka Bom Ikan Ditangkap
Banyuwangi Dapat Rp 7 Miliar
Purwakarta Tunda Proyek Rp 26 Miliar

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data