|
Mari E.Pangestu : Direct Investment Buat Stabilkan Rupiah
Rabu, 06 Juli 2005 | 16:41 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah mengharapkan masuknya modal ke dalam negeri melalui direct investment untuk menguatkan nilai rupiah. "Ini faktor fundamental yang kami harapkan untuk menstabilkan rupiah,"ujar Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, di Jakarta. Rabu (6/7).
Alasannya menurut Mari, direct investment bersifat lebih stabil dibanding portofolio capital. Direct investment yang dimaksud selain dari penanaman modal asing juga diharapkan datang dari investor Indonesia yang memiliki dana di luar negeri.
Sebelumnya Bank Indonesia (BI), telah menetapkan suku bunga sebesar 8,5 persen yang berlaku selama triwulan ketiga 2005 untuk mengendalikan inflasi. Kebijakan ini dipercaya sebagai insentif bagi pelaku pasar untuk mempertahankan pemegang rupiah.
Menurut Mari, masuknya modal baru ke perusahaan-perusahaan melalui direct investment di samping untuk mengembangkan ekonomi pada gilirannya juga dapat menciptakan ekspor. "Pertumbuhan ekspor ini nantinya juga akan membantu penguatan rupiah,"ujarnya.
Rinaldi
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Papan nama jual beli dolar/ valuta asing di jalan Kwitang, Jakarta, 2001 [Koran TEMPO/ Amatoel R.; K1A/007/2001; 20010414].](/hg/photostock/2005/01/31/s_K1a00706_high_thumb.jpg) |
![Seorang petugas memasang nilai tukar uang saat kurs dolar mencapai Rp 10.000 di papan kurs valuta asing, money changer Foreign Exchange, Jl. Saharjo, Jakarta, 10 Maret 2001. [TEMPO/ Awaluddin R.; 32D/217/2001; 20010320].](/hg/photostock/2005/01/27/s_32d21706_high_thumb.jpg) |
|
|
| Papan Kurs Foreign Exchange
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|