Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Menteri Energi Prediksikan Harga Minyak US$ 55-60 Hingga Akhir Tahun
Rabu, 06 Juli 2005 | 13:59 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro memperkirakan hingga akhir tahun harga minyak dunia akan tetap tinggi dengan kisaran harga US$ 55-60 per barel.

Menurut dia, tingginya harga minyak tersebut karena beberapa faktor. "Faktor yang sangat berpengaruh terhadap fluktuasi harga minyak adalah permasalahan geopolitik dan peningkatan kebutuhan konsumsi dunia," kata Purnomo dalam diskusi dampak kenaikan harga BBM terhadap bisnis ketenagalistrikan di Jakarta, Rabu (6/7).

Menurut Purnomo, selain karema peningkatan konsumsi minyak pada beberapa negara seperti Cina dan Amerika, pasokan dari OPEC saat ini juga sudah terbatas. OPEC hanya mampu memproduksi minyak 30 persen dari total kebutuhan minyak dunia. "Saat ini kapasitas produksi OPEC tidak maksimal mencapai 90-95 persen," katanya.

Tingginya harga minyak ini membawa dampak bagi Indonesia. Penyebabnya Indonesia belum menerapkan pasar ekonomi untuk harga minyak. Harga minyak dalam negeri masih mendapatkan subsidi dari pemerintah. "Padahal untuk Thailand, tahun ini sudah menaikan harga dua kali. Sedangkan Malaysia juga kemungkinan akan menaikan harga," tandasnya.

Muhamad fasabeni

Dari Arsip Majalah TEMPO
Besar Pasak daripada Tiang | 28 Maret 2005
Memuntir Harga Minyak Impor | 21 Maret 2005
Memburu Emas Hitam | 14 Maret 2005
Adu Gertak di Ambalat | 14 Maret 2005
Bertaruh di Ambalat | 14 Maret 2005
Tersandung Tanker Sekongkol | 14 Maret 2005
Adu Tangguh untuk Siapa | 07 Maret 2005
Minyak | 07 Maret 2005
Kecil-kecil Jadi Rebutan | 21 Pebruari 2005
Bisnis Sepekan | 14 Pebruari 2005
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Ladang/ pengeboran minyak lepas pantai Belida milik Conoco dengan sistem pipanisasi gas alam bawah laut dari Natuna Ke Singapura yang dikenal dengan West Natuna Transportation System/ WNTS [ Dok Natuna; 20010316 ].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010429-116 Pengeboran minyak di sumur Kayan I Cekungan Melawi Timur, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, 1986. [ TEMPO/Junaini KS; 12C/221/86; 20000705 ].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20000716-079
Pengeboran Minyak Lepas Pantai Natuna
Pengeboran Minyak
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kesepakatan Cepu Diharapkan Tercapai Pekan Ini
Pemerintah Siap Operasi Pasar Pupuk
Pemerintah Utamakan Penggunaan Gas Dalam Negeri
Bagi Hasil Exxon di Bawah 15 Persen
Kesepakatan Transaksi Gas Domestik Diteken
DPR Tak Akui Tim Perunding Blok Cepu
Dana Bagi Hasil Meningkat Rp 15,8 Triliun
Musi Banyuasin Tuntut Dana Bagi Hasil Migas
Pipanisasi Gas ke Jawa Ditargetkan Selesai 2006
Conoco : Lebih Aman Pakai Tongkang
> selengkapnya...


Referensi

UU RI No. 22 Tahun 2001 Tentang Migas

Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data