Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Lima Langkah Paket Kebijakan Iklim Investasi
Selasa, 05 Juli 2005 | 23:05 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) sepakat menetapkan Paket Kebijakan untuk menciptakan iklim investasi dalam negeri yang kondusif. Kebijakan tersebut berupa penciptaan keseimbangan antara penawaran dan permintaan di pasar valas.

Menurut Gubernur BI Burhanudin Abdulah dan Kepala Bappeki Anggito Abimanyu paket Kebijakan yang ditetapkan tersebut ; Pertama, ditetapkannya mekanisme baru dalam pemberian subsidi bagi Pertamina bagi pengadaan BBM. Untuk pengadaan BBM pemerintah akan memenuhi kebutuhan valas bagi Pertamina. "Pertamina tidak perlu lagi beli valas (dolar) di pasar,"kata Burhanudin.

Kedua, Pemerintah melalui RUPS cq. Meneg BUMN mewajibkan BUMN menempatkan Devisa Hasil Ekspor (DHE) pada bank-bank di Indonesia. Kebijakan ini dimaksudkan agar DHE milik BUMN dapat menambah pasokan valas dalam negeri hingga bisa dimanfaatkan lebih optimal.

Untuk ini, Anggito menjelaskan bahwa sebelumnya sudah ada ketentuan bahwa BUMN dilarang memiliki rekening di luar negeri, kecuali seijin Menkeu dan Meneg BUMN. "Itu yang kami ingatkan. Jadi, semua BUMN baik yang memiliki DHE maupun tidak, harus menempatkan valas mereka di dalam negeri,"ujar Anggito.

Soal kewajiban ini, Staf Ahli Menko Perekonomian, M.Ikhsan, menyatakan bahwa keputusan valas ini tidak berbeda statusnya dengan tindakan korporat lainnya, yang juga diputuskan dalam RUPS. "Jadi, sanksinya juga sanksi korporat,"ujar Ikhsan.

Ketiga, Pemerintah akan memperkuat cadangan devisa melalui peningkatan nilai Bilateral Swap Arrangement (BSA) dalam kerangka kerjasama ASEAN+3 Cina (Cina,Jepang,Korea) Asean Swap Arrangement.

Menurut Anggito, sesuai dengan kesepakatan para menteri keuangan ASEAN+3 di Istanbul, BSA akan dilipat gandakan dari jumlah saat ini senilai US$ 5 miliar. Kesepakatan lain adalah peningkatan plafon ASA menjadi US$ 2 miliar.
"Ini adalah bentuk stand by arrangement, jika suatu waktu diperlukan bisa digunakan,"ujar Anggito. Langkah tersebut, bisa menambah kepercayaan pasar.

Tentang ini, Burhanuddin Abdullah, menyebutkan bahwa idealnya, jumlah cadangan devisa yang aman, berarti bahwa cadangan itu bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan 5-6 bulan impor.

Keempat, penyediaan kebutuhan valas untuk BUMN di luar Pertamina, seperti PLN, akan dilakukan melalui bank-bank yang ditunjuk.

Kelima, penerapan secara efektif PBI No.7/14/PBI/2005 per 14 Juli 2005 tentang pembatasan transaksi rupiah dan pemberian kredit valuta asing oleh bank, demi mengurangi kegiatan spekulasi di pasar valas.

Suryani Ika Sari dan Thoso Priharnowo

Dari Arsip Majalah TEMPO
Dibidik dari Segala Penjuru | 11 April 2005
Longsor Digoyang Inflasi | 11 April 2005
Bisnis Sepekan | 07 Maret 2005
Mosi Tak Percaya atau Apa | 28 Pebruari 2005
Bisnis Sepekan | 07 Pebruari 2005
Bank Indonesia Harus Lebih Awas | 31 Januari 2005
Dana Murah Anggaran | 24 Januari 2005
Tak Ada Kesempatan Kedua | 24 Januari 2005
Bukti, Bukan Hanya Berita | 24 Januari 2005
Berharap dengan Janji dan Optimisme | 24 Januari 2005
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Direktur Bank Indonesia (BI), Hendro Budiyanto pada rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR di gedung MPR/DPR, Jakarta, 1993. [TEMPO/ Rully Kesuma; 15D/210/1993; 20021001]. Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Maulana Ibrahim saat jumpa pers di Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta, 27 Februari 2003. [TEMPO/ Wahyu Setiawan; K12A/179/2003; 20030225].
Hendro Budiyanto
Maulana Ibrahim
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

BI Rate Ditetapkan 8,5 Persen
Bank Indonesia Siap Intervensi Jika Rupiah Loyo Terus
Pengamat : BCA Sulit Jadi Bank Jangkar
Rupiah Lemah Karena Faktor Eksternal
Kenaikan Rokok Sumbang Inflasi Juli 0,6 Persen
M.Lutfi : Jepang Tanam Investasi US $ 3 Miliar
Jawa Barat Terapkan Pelayanan Izin Industri Satu Hari
Realisasi Investasi PMA Pascakrisis Meningkat
Tabungan Ribuan Siswa SD Tak Cair
Faisal Basri: Amnesti Pajak Tidak Efektif
> selengkapnya...


Referensi

Profil Miranda Swaray Goeltom
Profil Burhanuddin Abdullah
Latar Belakang Perusahaan Pengelola Aset Negara (PPA)
Keppres RI No. 17 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Keppres No. 26 Tahun 1998 Tentang Jaminan Terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Umum
Keppres RI No. 1 Tahun 2004 Tentang Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang
PP RI No. 3 Tahun 2004 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan ( Persero ) PT. Rajawali Nusantara Indonesia
> selengkapnya...

Website

Departemen Keuangan
Bank Indonesia
Bursa Efek Surabaya


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data