|
Menteri Purnomo : Pertamina Harus Tetap Suplai Kebutuhan Masyarakat
Selasa, 05 Juli 2005 | 17:58 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Keputusan pemerintah untuk meningkatkan cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) dari 17 hari menjadi 22 hari, menurut Menteri Negara BUMN Sugiharto, diharapkan dapat tercapai pada akhir Juli ini.
Menurut Sugiharto, pada Selasa pagi ini, cadangan rata-rata BBM sudah mencapai 18,9 hari. "Cadangan BBM sebetulnya aman,"ujar Menteri Sugiharto sebelum mengikuti rapat kabinet di kantor Presiden, Selasa (5/7). Hanya saja ada 3 titik yang masih rawan cadangan BBM-nya. Antara lain ; Tanjung Gurem dan Larantuka (NTT).
Di samping ketiga titik tersebut, selebihnya stok cadangan BBM akan naik. Hingga per tanggal 19 Juli mendatang, cadangan BBM akan mencapai di atas 20 hari. "Dan target sebagaimana disampaikan sebelumnya, akhir bulan Juli, Insya Allah kalau tidak ada hal yang luar biasa, bisa mencapai 22 hari,"kata Sugiharto.
Soal Pertamina yang menahan suplai BBM ke masyarakat? Menurut Sugiharto, memang ada upaya agar masyarakat mengerem konsumsi BBM. Hal ini karena adanya kuota konsumsi BBM dari DPR. "Tetapi kami sedang berkonsultasi dengan Presiden dan Wapres apakah kuota itu barangkali untuk sementara jangan dijadikan faktor (patokan), mungkin menyusul,"katanya.
Oleh karena itu pemerintah dan DPR nantinya akan membicarakan soal kuota tersebut. Pembahasan masalah kuota konsumsi BBM tersebut perlu dilakukan karena jumlah kendaraan bermotor tahun lalu saja meningkat. Seperti roda dua yang meningkat sekitar 4,5 juta dan roda empat yang hampir mencapai 5 juta unit peningkatannya. "Tahun ini diperkirakan ada peningkatan 5 juta (unit). Jadi ada demand push terhadap konsumsi BBM,"ujar Menteri Sugiharto.
Kuota konsumsi BBM itu 4 - 5 persen lebih rendah dari tahun sebelumnya. Oleh sebab itu, pemerintah akan berupaya menghimbau masyarakat pada hari Sabtu atau Minggu untuk melakukan penghematan energi. "Tapi sebetulnya persediaan cukup dan cash flow cukup, alur sekarang sudah mulai lancar, dari segi utang piutang Pertamina sudah mulai kembali relatif normal," katanya.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Purnomo Yusgiantoro menyatakan, pemerintah telah memutuskan Pertamina tetap mensuplai BBM sesuai dengan kebutuhan nasional. Untuk mengantisipasi kelangkaan BBM di sejumlah daerah. "Pertamina sekarang kita putuskan untuk tetap mensuplai sesuai dengan kebutuhan dulu, nanti masalah berapa besarnya kuota dan hitung-hitungannya bagaimana akan dibicarakan dalam suatu rapat koordinasi khusus,"katanya.
Dimas Adityo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|