|
Bank Indonesia Siap Intervensi Jika Rupiah Loyo Terus
Selasa, 05 Juli 2005 | 17:14 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Aslim Tajuddin menyatakan, BI akan terus berada di pasar untuk mengawasi dan intervensi rupiah jika terlihat indikasi pelemahan. "BI selalu ada di pasar, memonitor kurs tiap menit,"ujarnya, Selasa (5/7).
Intervensi oleh BI juga dilakukan untuk menahan jangan sampai terjadi gejolak nilai rupiah yang bekepanjangan.
Selain itu, langkah yang akan diambil BI, menurut Aslim, akan meliputi penyeimbangan penawaran dan permintaaan valuta asing, yang selama ini dinilai ikut melemahkan rupiah.
Dari sisi penawaran, BI akan meningkatkan kerja sama dengan pemerintah untuk mengontrol kebutuhan valas Pertamina. BI pun sudah mengeluarkan peraturan No 7/14/2005 untuk mengurangi transaksi valas spekulatif. BI juga meminta BUMN selain Pertamina seperti PLN dan Telkom untuk menambah cadangan devisa.
Selain itu BI juga menghimbau agar para eksportir yang menghasilkan valas untuk menempatkan devisa hasil ekspor di perbankan dalam negeri. "Supaya pasar valas kita bisa memenuhi demand yang ada,"ujar Aslim.
Yang paling penting dilakukan segera adalah memperbaiki kondisi fundamental makro ekonomi Indonesia. "Karena itu (kondisi makro ekonomi) adalah faktor utama yang menentukan nilai tukar kita,"kata Aslim.
Perbaikan kondisi fundamental makro ekonomi itu dapat berupa usaha menarik aliran investasi asing, meningkatkan ekspor, menciptakan susasana kondusif.
Aslim menlai, tekanan terhadap nilai tukar rupiah selama 2 bulan terakhir disebabkan faktor eksternal dan internal.
Faktor eksternal itu meliputi: melambungnya harga minyak mentah sebesar US$ 60 per barel, kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS, pertumbuhan ekonomi AS yang solid, pada akhirnya menilai tukar US$ terhadap semua mata uang di dunia. Faktor internal meliputi: kebutuhan dollar yang besar dari perusahaan dan Pertamina untuk membiayai impor BBM.
BI akan bekerja sama dengan bank sentral di negara ASEAN guna menambah cadangan devisa dalam negeri.
Ariyani
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|