|
Pemerintah Tunggu Uji Tuntas Investor Dipasena
Selasa, 05 Juli 2005 | 05:13 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah tengah menunggu hasil uji tuntas dan kelayakan enam calon investor yang berminat menanamkan dananya di PT Dipasena, perusahaan tambak undang yang dulunya dimiliki konglomerat bermasalah Sjamsul Nursalim.
Menteri Keuangan Jusuf Anwar mengatakan, Dipasena membutuhkan dana sekitar Rp 1,5 triliun untuk modal kerjanya. "Saat ini ada enam investor yang tengah due dilligence di Lampung," kata Menteri kepada pers usai diterima Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, Senin (4/7).
Menkeu mengatakan, Dipasena berpotensi menjadi perusahaan tambak udang terbesar di dunia, dengan omzet US$ 400 juta (sekitar Rp 3,6 triliun) per tahun. Jumlah petambak diperkirakan mencapai 11 ribu orang, untuk lahan seluas 170 ribu hektare. Jika tiap petambak menghidupi lima orang, maka ini bisa membantu hidup 66 ribu jiwa.
Menkeu yakin ini akan mulai dapat beroperasi dalam waktu dekat. Sebabnya, perusahaan itu sudah diaudit dan tidak memiliki contingency liability, yaitu biaya yang harus ditanggung pemerintah dalam kondisi khusus. Proses revitalitasi ini, lanjut dia, tidak menggunakan uang negara sedikitpun.
budiriza
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|