Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Berita terkait selengkapnya
O, Bunga, Kapan Turunnya (01 Desember 1998)
Terowongan Masih Jauh, Tuan Habibie (24 November 1998)
Maaf, Masih Turun Mesin (10 November 1998)
Bisnis Sepekan(22 November 2004)
Bisnis Sepekan(15 November 2004)
Ekonomi Bisa Bangkrut? (05 Januari 1999)
Lompatan Harga Tahun Kelinci (05 Januari 1999)
Menunggu Investor Asing (29 Desember 2003)
Bisnis Sepekan (20 Oktober 2003)
Menebak Arah Inflasi 2004 (06 Oktober 2003)
Kita dan Penurunan Laju Inflasi (07 Juli 2003)
Inflasi Menukik, Suku Bunga Mengekor (07 Juli 2003)
Setelah Deflasi, Kini Inflasi (05 Mei 2003)
Sempat Terganjal, SBI Turun (14 April 2003)
Inflasi 2002 Bisa Mencapai 11 Persen (21 Januari 2002)
Ke Arah Satu Indeks Nasional ?(24 Desember 1977)
Ditendang tarif bis kota(27 Agustus 1977)
Setelah Pemilu: Widjojo Dan Inflasi(07 Mei 1977)
Inflasi Merendah. Tapi Hati-Hati Inflasi Merendah. Tapi Hati-Hati(12 Maret 1977)
Ternyata Tak Sampai Dua Tahun(09 Desember 1978)
Harapan Padamu, Manggarai(09 Desember 1978)
Ali wardhana: (02 Desember 1978)
Yang Terkena Dan Yang Turun-naik(02 Desember 1978)
Harga Naik, Upah Naik ? Getaran K-15-N Masih Terasa, ...(02 Desember 1978)
Setelah Tindakan Moneter 15 ...(02 Desember 1978)
Khalayak Ramai: Apa Artinya Ini ?(25 November 1978)
Widjojo Dan Alasan Pemerintah(25 November 1978)
Setelah Rupiah Terapung Keputusan Yang Berani, Untuk Rupiah(25 November 1978)
Berkat Cabe Dan Bawang(19 Agustus 1978)
Rayuan Pulau Kurang Kelapa(05 Agustus 1978)
Bisa 0% Dengan Indeks Kuno(15 Juli 1978)
Inflasi: Indonesia Dan Dunia Luar(11 Pebruari 1978)
Jika Bulog Lemah Otot(17 Juli 1976)
Jika Bulog Lemah Otot(17 Juli 1976)
Devaluasi: akankah itu terjadi ?(06 Maret 1976)
Tahun Baru Harga Baru(27 Desember 1975)
Inflasi Kok Makan Beras(29 November 1975)
Setelah Pujian Witteveen(02 November 1974)
Balapan Di Tengah Inflasi(12 Oktober 1974)
Inflasi Bersubsidi(17 Agustus 1974)
Yang Keliru(10 Agustus 1974)
Ada Minyak, Ada Beras ?(20 April 1974)
Bersiaga Di Medan Inflasi(20 April 1974)
Januari Yang Panas(09 Maret 1974)
Siapa Itu Dalang Inflasi ?(03 November 1973)
Tabir Cerah Menyingkap(05 Mei 1973)
Naik, Naik, Naik, Naik,... (05 Mei 1973)
Tarif Lampu Berkelip(28 April 1973)
Merapatkan Beras(03 Pebruari 1973)
62 Bukan 9(22 April 1972)
62 Bukan 9(22 April 1972)
Masih demam batangan(13 Oktober 1979)
Inflasi sebagai momok(22 September 1979)
Antara Tabanas dan emas(22 September 1979)
Suasana masih adem(22 September 1979)
Inflasi siap: setelah aba-aba(22 September 1979)
Manghadapi inflasi (22 September 1979)
Pingsan Sebelum Pita Baru(09 Juni 1979)
Berkah Buat Bank Asing(07 April 1979)
Hiburan Pertama Setelah Kenop(07 April 1979)
Terbuai makelar Zurich(06 Oktober 1979)
Inflasi dan pernyataan-pernyataan(15 September 1979)
Awas, Inflasi Mulai Binal Lagi(23 Juni 1979)
Lima Dilema Buat BBM(14 April 1979)
Minyak Naik, Subsidi Juga(14 April 1979)
Apa Jadinya Dengan 'The Korean Boom'(20 Desember 1980)
Menyulut Inflasi April(03 Mei 1980)
Naik, Naik Sebelum Bensin(22 Maret 1980)
Gambar miring, gambar bagus(16 Januari 1982)
Semua Naik, Juga Inflasi(23 Januari 1982)
Bismillah, dengan anggaran yang ... ekonomi 1983/1984, memang berat,...(15 Januari 1983)
Indikator(11 Pebruari 1984)
Tiada stok(10 November 1984)
Perlukah Anggaran Ditinjau Kembali(12 Oktober 1985)
Rayuan bunga selangit(18 Oktober 1986)
Bila BI mulai marah(25 Juli 1987)
Memahami instrumen(25 Juli 1987)
Tangkap tikus jangan bakar rumah(01 Agustus 1987)
Secerah senyum Arifin Siregar(01 Agustus 1987)
Di Pentas Politik Yang Gunjang ...(15 Oktober 1988)
Mengintip inflasi(08 Oktober 1988)
Prospek 1990: Cerah Dengan Lampu...(23 Desember 1989)
Menghitung suku bunga turun(29 Desember 1990)
Optimisme dan kewaspadaan dorojatun(29 Desember 1990)
Ekonomi 1990 dan prospek 1991(29 Desember 1990)
Yang jatuh di tahun kambing(29 Desember 1990)
Prestasi 1990-1992 adalah swasta(29 Desember 1990)
1991 peluang bagus buat kita(29 Desember 1990)
Tiada alasan untuk pesimistis(29 Desember 1990)
Menghitung angka inflasi(29 Desember 1990)
Menghadapi inflasi saddam hussein(15 Desember 1990)
Agar tidak menembus double digit(17 November 1990)
Inflasi : momok di ambang dua digit(17 November 1990)
Enam pilihan untuk rezeki minyak(03 November 1990)
Menangkal momok inflasi(27 Oktober 1990)
Muncul tisu hilang belacu(12 Mei 1990)
Setelah bank meninggalkan kpr(01 Desember 1990)
Vu thy mee(01 Desember 1990)
Kalau bunga melambung tinggi(10 November 1990)
Tahapan model baru(20 Oktober 1990)


 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Gubernur BI Klarifikasi Target Inflasi
ADB: Inflasi Indonesia 2005 Sebesar 5,9 Persen
Ekonom ADB: Suku Bunga SBI yang Realistis 8,75 Persen
BI Optimis Pertumbuhan Ekonomi 2005, 5-6 Persen
Indeks Cenderung Melemah',
Perbankan Tekan Inflasi dengan Salurkan Kredit ke Korporasi
Menkeu: Angka Deflasi Menggembirakan
BPS : Pertumbuhan Indonesia 2004 Mencapai 5,13 Persen
Gubernur BI: Inflasi Hanya Mungkin Direspons dengan Menaikkan Suku Bunga
Aviliani: BI Agar Tak Naikkan Suku Bunga
> selengkapnya...


Referensi

UU RI No. 25 Tahun 2000 Tentang Program Pembangunan Nasional ( Propenas ) Tahun 2000-2004

Website

Departemen Keuangan


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Penyidikan Korupsi PT Telkom Senilai Rp 110 Miliar Terancam Macet
Wakil Presiden: Cina dan Indonesia Saling Membutuhkan
Jumlah Peserta Jamkesmas Kurang dari Kuota Pemerintah
Menteri Pendidikan Tak Percaya Pengaduan Guru Kontrak di Sabah
Kapolda Jawa Barat Copot Dua Kapolsek

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data