|
Inflasi Juni 0,50 Persen
Jum'at, 01 Juli 2005 | 17:53 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Badan Pusat Satistik mencatat pada Juni 2005 tingkat inflasi mencapai 0,50 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 121,25 pada Mei 2005 menjadi 121,86 pada Juni 2005.
Dari 45 kota yang menjadi tempat perhtungan IHK, tercatat 37 kota mengalami inflasi dan 8 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Ternate yakni 0,40 persen dan inflasi terendah di Manado 0,10 persen. Sedangkan, deflasi terbesar terjadi di Sampit dengan 1,89 persen dan deflasi terkecil di Denpasar 0,07 persen.
Kepala BPS, Choiril Maksum mengatakan, kenaikan inflasi itu disebabkanadanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada semua kelompok barang dan jasa. Diantaranya, kelompok bahan makanan yang naik 0,73 persen, kelompok makanan jadi, miniman, rokok dan tembakau 1,17 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,25 persen, kelompok sandang 0,40 persen.
“Inflasi juga terjadi karena adanya rencana pemerintah untuk menaikkan harga jual eceran rokok Juli ini, “ katanya Jumat (1/7).
Kelompok komoditas yang memberikan andil pada inflasi, menurut Choiril, adalah bahan makanan sebesar 0,15 persen, makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,21 persen, perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,06 persen.
Sementara itu, untuk laju inflasi tahun kalender (Januari-Juni 2005) sebesar 4,28 persen. sedang tingkat inflasi year on year (Juni 2005 terhadap Juni 2004) sebesar 7,42 persen.
Tingkat inflasi tersebut diprediksi akan terus naik dnegan adanya pemberian gaji ke 13 oleh pemerintah Juli ini. “Gaji ke-13 itu sangat berpengaruh pada permintaan sehinjgga inflasi akan cenderung naik. Juli diperkirakan akan terus tinggi, Oktober dan November juga, “ kata Choiril.
Suryani Ika Sari
INDEKS BERITA LAINNYA :
|