|
Perkuat Rupiah, BI Minta Eksportir Tempatkan Devisa di Dalam Negeri
Jum'at, 01 Juli 2005 | 16:04 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Aslim Tadjuddin berharap agar para eksportir Indonesia bersedia menempatkan devisa hasil penjualan ekspornya di bank dalam negeri.
Sehubungan dengan itu, sejak awal bulan ini BI menaikan suku bunga penjaminan dolar ke level 2,75 persen. Menurut Aslim, penetapan suku bunga ini sejalan dengan upaya BI untuk tetap mengawal stabilitas nilai tukar rupiah. "BI akan tetap berada di pasar dan melakukan intervensi bila diperlukan," ujarnya hari ini.
Dia menjelaskan, BI juga akan meningkatkan koordinasi dengan pemerintah, terkait pemenuhan kebutuhan dolar sejumlah BUMN seperti Pertamina dan PLN. Selain itu, lembaganya juga sudah mengeluarkan PBI 7/14/2005 tentang pembatasan transaksi valas, untuk meredam efek spekulasi dalam pelemahan rupiah.
"Faktor domestik pelemahan rupiah adalah meningkatnya permintaan dolar Pertamina, dan banyak korporasi yang butuh dolar untuk bayar utang yang jatuh tempo," ujarnya. Sedangkan, faktor eksternal naiknya suku bunga The Fed, meningkatnya harga minyak dan melemahnya hampir semua mata uang kuat regional.
Thoso Priharnowo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|