Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

DPR Minta PT Kereta Api Diaudit
Jum'at, 01 Juli 2005 | 14:22 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Panitia Kerja Kereta Api Komisi Perhubungan (Komisi V) meminta Badan Pemeriksa Keuangan mengaudit investigasi PT Kereta Api Indonesia. Panitia menyatakan, terdapat indikasi korupsi pada manajemen operator kereta itu.

"Ada hal-hal yang tidak rasional dalam manajemen sehingga kinerja dan performa KAI sungguh buruk," kata anggota Panitia Taufik Kurniawan di kantornya, gedung MPR/DPR Jakarta, Jumat (1/7).

Keputusan Panitia Kerja, kata Taufik, telah dirumuskan Kamis (30/6) tapi perlu mendapat persetujuan dari Komisi V. Dikatakannya, inefisiensi PT KAI terlihat dari adanya alat-alat mesin yang terbengkalai. Di Balai Yasa (pool kereta), Yogyakarta, ia mencontohkan, ada mesin senilai Rp 40 miliar yang menjadi besi tua. Hal yang sama terdapat di Balai Yasa, Manggarai.

Kecelakaan di Pasar Minggu, kata Taufik, menunjukkan "fenomena gunung es kesalahan manajemen KAI". "Tinggal tunggu saatnya. Seperti bom waktu, kemungkinan dapat terjadi kecelakaan lainnya," ujarnya.

Menurut data hasil audit Panitia Kerja, rel kereta yang berusia 70 tahun lebih ada 27 persen, 50-70 tahun sebanyak 43 persen, serta 5-10 tahun sebanyak 30 persen. "Idealnya, lebih dari 10 tahun harus sudah diganti."

Selain persoalan rel kerta api yang tua, potensi kecelakaan dapat diakibatkan persoalan sinyal kereta api. Masalah ini untuk jalur kereta api Jakarta-Cirebon, PT KAI menggunakan dua sistem sinyal yang tidak terintegrasi.

Taufik menyatakan, pertanggung jawaban kecelakaan tidak hanya pada Menteri Perhubungan. Menteri BUMN, kata dia, mempunyai andil dalam manajemennya. Alasannya, Menteri Perhubungan hanya mengatasi persoalan regulasi, sedangkan Menteri BUMN bertanggung jawab langsung terhadap direksi PT KAI yang mengatasi persoalan teknis.

Adapun Sekretaris Fraksi PDIP Jacobus Mayong Padang menuntut pemeritah mengganti menteri yang dianggap bertanggung jawab. Hal ini penting, menurut dia, agar membuat manajemen PT KAI lebih serius bekerja. "Pergantian menteri penting sebagai wujud tanggung jawab moril," ujarnya. Yuliawati

Dari Arsip Majalah TEMPO
Mereka yang Menggerakkan Roda  | 26 Januari 1999
Antara Tanahabang dan Rangkasbitung  | 26 Januari 1999
KA Jabotabek: Sebuah Mimpi Buruk  | 26 Januari 1999
Kereta Liar Penguji Nalar  | 22 Desember 2003
Ketika Musim Calo Tiba | 17 November 2003
Surat Pembaca | 11 Agustus 2003
Nasib Stasiun Semut  | 23 Juni 2003
Seruan yang Tak Sampai  | 23 Juni 2003
KAI Ubah Strategi | 17 Maret 2003
Inka Pasok KA Jabotabek  | 10 Maret 2003
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Penumpang kereta api/ KA bergelantungan dan duduk di atas kereta api saat melintas di Kemayoran Lama, Jakarta, 18 Mei 2002. [ TEMPO/ Lourentius EP; K7A/405/2002; 20020601 ]. Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia, Indra Setiawan (kanan) didampingi Dirut PT Kereta Api Indonesia/KAI, Omar Berto (kiri) menjawab pertanyaan anggota dewan dalam rapat dengar pendapat dengan komisi IV di Gedung MPR/DPR Jakarta, Rabu,  13 November 2002. Pada kesempatan ini dibahas mengenai kesiapan semua angkutan darat, laut dan udara untuk mengantisipasi lebaran/Hari Raya Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru 2003.
[TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20021223]
Penumpang Kereta Api
Indra Setiawan dan Omar Berto
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Korban Tragedi Pasar Minggu Melahirkan
Korban Tragedi Pasar Minggu Mulai Pulang Ke Rumah
Direktur Utama PT KAI Belum Bisa Memastikan Penyebabnya
Bagaimana Kecelakaan Terjadi?
Alwi Shihab dan Hatta Radjasa Kunjungi Korban
Hatta Radjasa : Presiden Sudah Tahu dan Prihatin
Kereta Disingkirkan dari Pasar Minggu Malam Ini
Polisi Mengaku Telah Tahan Masinis Kereta
KRL Ekonomi Melanggar Sinyal
14 Korban Kecelakaan Kereta di RS Fatmawati
> selengkapnya...


Website

Departemen Perhubungan dan Telekomunikasi
PT Kereta Api Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Menteri Keuangan Kembali Bekukan Izin Kantor Akuntan Publik
Langit Jakarta Cerah Berawan
Lalu Lintas Jalan Protokol dan Tol di Jakarta Lancar
Lukman Edy Pesimistis Islah dengan Gus Dur Terwujud
Nepal Memilih Presiden Pertama

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data