Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Suku Bunga AS Naik 3,25 Persen
Jum'at, 01 Juli 2005 | 12:51 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserves) kembali menaikkan tingkat suku bunga 25 basis poin ke level 3,25 persen. Kenaikan ini merupakan yang ke sembilan kalinya dalam setahun terakhir.

Dalam pertemuannya kemarin (30/6), Federal Open Market Committee (FOMC) memutuskan untuk menaikkan tingkat suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin menjadi 3,25 persen. Keputusan ini diambil di tengah kondisi terus membumbungnya harga minyak dunia hingga level US$ 60 per barel.

"Dengan ekspektasi inflasi yang terus berlanjut, komisi mempercayai kebijakan yang akomodatif akan dapat menghilangkan pengaruh dari ekspektasi tersebut," demikian pernyataan The Fed, seperti dilansir AFP, Jum'at (1/7) pagi.

Meski kebijakan ini telah diprediksi pelaku pasar, tak urung memberi dampak besar bagi anjloknya bursa saham dunia.
Indeks Dow Jones jatuh 99,51 poin (0,96 persen) menjadi 10.274,97 pada penutupan perdagangan di bursa New York tadi malam. Sedangkan indeks Nasdaq --yang memperdagangkan saham-saham elektronik, terkoreksi 11,93 poin (0,58 persen) menjadi 2.056,96.

Kepala Strategi Investasi Oppenheimer and Co., Michael Metz, menyatakan, keputusan FOMC menaikkan suku bunga itu mengindikasikan bahwa The Fed masih akan terus menaikkan suku bunga AS.

Sedangkan Kepala Ahli Ekonomi AS JP Morgan Asset Management, Anthony Karydakis, mengaku tak ada yang tahu sampai kapan bank sentral menjalankan kebijakan menaikkan suku bunga itu. "Tidak ada tanda-tandanya dan akan terus naik hingga mencapai level 3,75 persen atau 4 persen".

Kenaikan suku bunga AS ini juga berdampak ke pasar uang. Nilai tukar mata uang Jepang atas dolar AS terus melemah, hingga posisi 110,81 yen per dolar. Kondisi yang sama juga kemungkinan bakal terus memukul nilai tukar rupiah, yang terus meorot dalam sepekan terakhir ini. Saat dibuka Jum'at (1/7) pagi, rupiah berada pada level Rp 9.760 per dolar AS.

Yura Syahrul


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Paranoid dan Irasional
619 Pasien Dioperasi Gratis
Realisasi Akuisisi Rio Tinto Tertunda
Tol Penjaringan-Kebun Jeruk Selesai Juni 2009
Cuaca Hari ini Didominasi Awan dan Hujan

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data