|
Pengurangan Bea Masuk Impor Bus Tengah Dikaji
Selasa, 28 Juni 2005 | 17:37 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah akan membentuk tim lintas departemen untuk mengkaji rencana pemberian pengapusan dan pengurangan bea masuk bagi importir untuk bus dan suku cadang.
Dua importir telah mendapat surat rekomendasi Departemen Perhubungan (Dephub) dan sedang menunggu ijin impor keluar dari Departemen Perdagangan (Depdag). "Agar kebijakan ini tidak salah sasaran,"ujar Direktur Impor pada Direktorat Perdagangan Luar Negeri Depdag,Albert Yusuf Tubogu, Selasa (28/6). Tim ini, menurutnya, akan melibatkan perwakilan Depdag, Dephub, bea cukai, tim tarif Departemen Keuangan dan Organda. "Ini butir kesepakatan rapat interdept tadi,"ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, PT Indo Dongseng Motors dan PT Bali Dufree telah mendapat surat rekomendasi Dephub untuk mengimpor bus dan suku cadang pada beberapa perusahaan otomotif. Ini merupakan bagian kebijakan insentif fiskal dari Depkeu pada sektor angkutan umum terkait Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKPS BBM). Sebanyak 1.050 bus dan 6.000 chasis serta beberapa suku cadang lain dengan jumlah tertentu menjadi kuota dalam kebijakan yang akan berlaku hanya selama satu tahun ini.
Albert menyatakan, tim ini akan bertugas melakukan koordinasi dan monitoring terhadap seluruh aspek terkait sebelum nantinya ijin impor dikeluarkan. "Kami akan verifikasi ulang semuanya supaya tidak ada masalah nanti. Tim ini juga nantinya diharap bisa menjembatani bila ada persoalan,"ujarnya.
Rapat tadi juga meminta Organda untuk memberikan peta industri jasa angkutan perwilayah. Peta ini, menurutn Albert, akan digunakan untuk melihat kekuatan dan kelemahan angkutan umum di tiap wilayah. Tujuannya, supaya benar-benar bisa terlihat kuantitas sekaligus tipe yang jadi kebutuhan wilayah. "Ini untuk menjaga agar nanti kebijakan ini tidak menumpuk disatu wilayah tertentu,"katanya.
Rinaldi Dorasman
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|