Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Bea Cukai Akui Ada Pungli
Senin, 27 Juni 2005 | 22:25 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Jenderal Bea dan Cukai Eddy Abdurrahman mengakui ada pungutan liar di pintu-pintu masuk impor seperti dilansir survei Lembaga Penyelidikan Ekonomi Manajemen Universitas Indonesia.

"Saya tak menapikan masih adanya praktek pungutan tidak resmi," kata Eddy usai rapat dengan Komisi Keuangan DPR kemarin, "Hanya angkanya tak semenakutkan itu."

Menurut Eddy, dengan temuan ini seolah-olah Bea Cukai memungut 2,3 persen dari nilai barang yang diimpor. Padahal, kata dia, tarif bea masuk rata-rata hanya 3,9 persen dan separuh dari jumlah importir sudah dibebaskan dari pungutan bea masuk.

Untuk mengurangi pungutan liar, kata Eddy, Bea Cukai akan mengoptimalkan teknologi informasi. Selain pengurusan dokumen cepat, ini juga akan meminimalkan pertemuan fisik importir dan petugas bea cukai.

Survei LPEM-Bank Dunia menemukan pungutan liar di Bea Cukai mencapai US$ 800 juta atau setara Rp 7 triliun. Angka itu setara dengan 2,3 persen jumlah impor nonmigas pada 2004. Survei yang dilakukan sepanjang April-Juni 2005 di lima kota besar itu menemukan 480 dari 600 responden mengaku membayar sejumlah uang kepada petugas Bea Cukai dalam mengurus impor.

Dalam rekomendasinya LPEM menyarankan agar pemerintah segera membenahi sistem pembayaran di kepabeanan serta memangkas birokrasi impor yang dinilai terlalu lama, yakni enam hari. "Survei ini fakta, bukan persepsi para pengusaha," kata Kepala LPEM Chatib Basri.

Dalam rapat kemarin, anggota Komisi Keuangan DPR juga banyak yang mempertanyakan kebenaran survei itu. Namun, anggota komisi banyak yang menyangka bahwa hasil survei ada pungutan liar Rp 7 triliun di Bea Cukai itu datang dari perkiraan Basri sebagai ekonom. "Kalau dia omong sebagai pengamat, boleh saja," kata anggota Fraksi PAN Rizal Djalil.

Bagja Hidayat/Thoso Priharnowo - Tempo


Dari Arsip Majalah TEMPO
Bisnis Sepekan | 14 Maret 2005
Tak Lagi "Jeruk Makan Jeruk" | 31 Januari 2005
Gula Ilegal, Dokumen Aspal  | 05 Juli 2004
Direktur Jenderal Bea Cukai, Eddy Abdurrahman: "Tata Niaga Gula Amat Menyulitkan Bea Cukai" | 21 Juni 2004
Giat Mencegat Mobil Bodong  | 07 Juni 2004
Sodokan yang Bikin Waswas  | 24 Mei 2004
Sengsara Rakyat karena Gula  | 21 April 2003
Kasus Paul Handoko: Mengadili  | 11 November 1978
Bagai Jala Terentang Tanpa Ujung | 12 Agustus 1978
Serbuk Makanan Ayam Di Tanjung ... | 22 Juli 1978
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
   
Kepala Bea dan Cukai Soekarno-Hatta, Jusuf Indarto (paling kiri) menyerahkan barang bukti berupa kokain seberat 10,6 kg kepada Kanit (Kepala Unit) I Dit. IV. TP Narkoba Bareskrim Polri Yotmende (tengah) untuk penyelidikan lebih lanjut, di Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Khusus Soekarno-Hatta, Rabu 1 Oktober 2003. Kokain senilai 19,08 milyar tersebut masuk melalui Terminal D kedatangan luar negeri dengan pesawat SQ-164 Singapura-Jakarta. [TEMPO/Tommy Satria; K19A/080/2003; 20031212].
Penyerahan Barang Bukti Kokain

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Survei: Pungli Pajak dan Bea Cukai Rp 7 Triliun
Aparat Kelurahan Lakukan Pengutan Liar
Pelindo Akui Ada Pungutan Liar di Pelabuhan
Sejumlah SD Masih Lakukan Pungutan Liar
Pungli Angkutan Darat Tiap Tahun Rp 11 Triliun
DPRD Bekasi Kecam Pungutan Siluman di Kelurahan
Sekolah di Bekasi Curi Start Terima Siswa Baru
Ribuan Ton Bantuan Numpuk di Belawan
Bulan Ini Limbah B3 Direekspor ke Belanda
DPR Segera Panggil Menteri KLH
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 82 Tahun 2000 Tentang Karantina Hewan

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]


Berita Terakhir

Indonesia Diminta Garap Energi Iran
Calon Haji Samarinda Mengantre Lima Tahun
MUI dan NU: Kuis SMS Ramadan Itu Judi
Tiket Kereta Pasca Lebaran Masih Tersedia
18 Lampu Lalu Lintas Masih Padam Hingga Sore

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data