Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Lima Puluh Lokomotif Baru Akan Diimpor Dari Cina
Senin, 27 Juni 2005 | 19:05 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sebanyak lima puluh buah lokomotif baru akan diimpor pemerintah dari Cina. Anggaran yang dibutuhkan berkisar antara US $ 55 – 60 juta. “Kami sedang usahakan pinjaman lunak dari Cina dan Eropa. Sebab untuk dana sebesar itu anggarannya tidak ada dalam APBN,” kata Menteri Perhubungan Hatta Radjasa di ruang kerjanya, Senin (27/6).

Menurut dia, negara lain yang menjadi alternatif impor lokomotif adalah Jerman atau Amerika Serikat. Namun, harga lokomotif dari kedua negara itu dua kali lebih mahal dari harga yang ditawarkan Cina. Hatta melihat lokomotif buatan Cina sudah cukup potensial, meski mesinnya tetap harus dari Jerman atau Amerika.

“Kalau bodi lokonya dari China dan mesinnya dari Amerika atau Jerman harganya sekitar US $ 1,1 juta per unit. Tapi kalau murni dari Jerman atau Amerika harganya bisa mencapai US $ 1,7 juta per unit,”ungkap Hatta.

Menurut Hatta, kebutuhan akan penambahan 50 lokomotif tersebut sangat mendesak untuk tahun ini. Selain lokomotif, pemerintah juga akan menambah sekitar 10 rangkaian Kereta Api (40 gerbong) pada periode 2005 – 2006 untuk KRL Jabotabek.Namun, semua kebutuhan itu belum bisa dipenuhi sebelum hari raya Idul Fitri, Natal dan tahun baru mendatang. Sebab, dana belum tersedia dan proses pembelian yang tidak cepat.

Untuk menghadapi lonjakan penumpang pada hari-hari besar tahun ini, Hatta telah meminta kepada manajemen PT Kereta Api Indonesia untuk segera mengambil langkah-langkah antisipasi. “Saya sudah memerintahkan untuk segera memperbaiki yang rusak,”ujarnya. Khairunnisa

Dari Arsip Majalah TEMPO
Bisnis Sepekan | 28 Maret 2005
Di Antara Pilihan | 21 Pebruari 2005
Apa Salahnya Bumi Karsa Menang? | 24 Januari 2005
Bukti, Bukan Hanya Berita | 24 Januari 2005
Berharap dengan Janji dan Optimisme | 24 Januari 2005
Kereta Liar Penguji Nalar  | 22 Desember 2003
Surat Pembaca | 11 Agustus 2003
Banjir Menggugat Pemerintah  | 18 Maret 2002
Menarik Gerbong Sepanjang Malam  | 04 Pebruari 2002
Lambaian Rupiah di Stasiun Siluman  | 04 Pebruari 2002
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Penumpang kereta api/ KA bergelantungan dan duduk di atas kereta api saat melintas di Kemayoran Lama, Jakarta, 18 Mei 2002. [ TEMPO/ Lourentius EP; K7A/405/2002; 20020601 ]. Tabrakan kereta api/ KA di Ratu Jaya, Depok [ TEMPO/ Donny Metri  ; 20d/285/94; 20010322].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010401-082
Penumpang Kereta Api
Tabrakan Kereta Api Ratu Jaya
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Tiket AWAIR Tidak Ikut Naik
Menteri Perhubungan Undang Pengusaha Penerbangan
Menhub : Manajemen Pengendalian KA Belum Memadai
Tabrakan Kereta Api di Lampung 4 Tewas
Sebanyak 49 Orang Tewas di Rel Kereta Api
Penjaga Perlintasan Tewas Terserempet Kereta
Cina Akan Bangun Infrastruktur Kereta Api
Menteri Perhubungan Minta Pegawai Kereta Api Tak Mogok
Lagi, Kecelakaan Kereta di Jepang
Kecelakaan Kereta Kembali Terjadi di Jepang
> selengkapnya...


Website

Departemen Perhubungan dan Telekomunikasi
PT Kereta Api Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data