Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kenaikan Rokok Sumbang Inflasi Juli 0,6 Persen
Minggu, 26 Juni 2005 | 16:41 WIB

TEMPO Interaktif, Bandung:Ketua Tim Inflasi Bank Indonesia Hari Utomo memastikan, kenaikan harga jual eceran rokok 15 persen per 1 Juli 2005 akan meningkatkan inflasi bulanan Juli 2005. "Sumbangan kenaikan rokok terhadap laju inflasi Juli diprediksi 0,6 persen," ungkap dia, Sabtu (25/6).

Hari menjelaskan, nilai itu diperoleh dari perkalian antara bobot rokok dalam penghitungan indeks harga konsumen sekitar 0,4 persen, dengan persentase kenaikan harga. “Dampak kenaikan harga rokok pada laju inflasi adalah sesuatu yang lazim mengingat rokok termasuk komoditas strategis,” kata dia.

Ditemui terpisah, Deputi Kepala Bagian Statistik Sektor Riil dan Keuangan Pemerintah Noor Yudanto mengungkapkan, laju inflasi Juli umumnya memang lebih tinggi dari bulan lainnya. Penyebabnya adalah meningkatnya pengeluaran masyarakat terkait masa liburan sekolah.

Thoso Priharnowo

Dari Arsip Majalah TEMPO
Dibidik dari Segala Penjuru | 11 April 2005
Longsor Digoyang Inflasi | 11 April 2005
"Kalau Dia Ubah, Ada Risiko" | 28 Maret 2005
Menunggu Era Koboi Kretek | 21 Maret 2005
Sekali Ngebul, Tetap Ngebul | 21 Maret 2005
Terganjal Cukai | 21 Maret 2005
Berakhir di Dorchester | 21 Maret 2005
Bisnis Sepekan | 14 Maret 2005
Mosi Tak Percaya atau Apa | 28 Pebruari 2005
Terapi Bermodal Kemauan | 21 Pebruari 2005
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Direktur Bank Indonesia (BI), Hendro Budiyanto pada rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR di gedung MPR/DPR, Jakarta, 1993. [TEMPO/ Rully Kesuma; 15D/210/1993; 20021001]. Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Maulana Ibrahim saat jumpa pers di Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta, 27 Februari 2003. [TEMPO/ Wahyu Setiawan; K12A/179/2003; 20030225].
Hendro Budiyanto
Maulana Ibrahim
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Tabungan Ribuan Siswa SD Tak Cair
Bank Bantah Lebih Senang SBI
GAPPRI Patok Harga Cengkeh Rp 30 Ribu/Kg
Harga Eceran Naik, Industri Rokok Tak Terganggu
DPR Minta BI Audit Investigasi Kavling Serasi
Bank Indonesia Kekurangan Pengawas dan Pemeriksa
BI Uji Sistem Kliring Nasional Agustus
Gubernur BI: Modal Awal LPS Cukup Rp 6 Triliun
Bank Indonesia Lanjutkan Kebijakan Moneter Ketat
BI: Debitor Nakal Berikan Informasi Berbeda ke Bank
> selengkapnya...


Referensi

Profil Miranda Swaray Goeltom
Profil Burhanuddin Abdullah
Latar Belakang Perusahaan Pengelola Aset Negara (PPA)
Keppres RI No. 17 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Keppres No. 26 Tahun 1998 Tentang Jaminan Terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Umum
Keppres RI No. 1 Tahun 2004 Tentang Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang
PP RI No. 47 Tahun 2001 Tentang Perubahan Keempat Atas PP No. 17 Tahun 1999 Tentang Badan PenyehatanPerbankan Nasional
> selengkapnya...

Website

Bank Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Jumlah Peserta Jamkesmas Kurang dari Kuota Pemerintah
Menteri Pendidikan Tak Percaya Pengaduan Guru Kontrak di Sabah
Kapolda Jawa Barat Copot Dua Kapolsek
Bupati Aceh Besar Mengundurkan Diri
Guru Tolak Aturan Pendanaan Pendidikan

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data