|
Izin Pabrik Terigu Baru Diprotes
Minggu, 26 Juni 2005 | 16:23 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Produsen terigu dalam negeri memprotes kebijakan pemerintah yang memberi izin pendirian empat pabrik terigu baru. Kehadiran pabrik baru dikhawatirkan akan membuat kelebihan pasokan terigu.
Kekhawatiran ini disampaikan Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia Ratna Sari Loppies dalam siaran persnya kemarin. “Produsen yang ada sekarang saja kapasitas terpakainya di 2004 baru 67 persen atau sekitar 4,3 juta ton,” ujar dia.
Ratna yakin, total kapasitas terpasang pabrik terigu yang ada sekarang sebesar 7,35 juta ton per tahun masih cukup untuk memenuhi kebutuhan terigu dalam negeri sampai 2015. Pada tahun itu kebutuhan terigu diproyeksikan 7 juta ton per tahun.
Berkaca pada fakta di atas, Aptindo takut penambahan izin baru akan membuat kelebihan pasokan terigu dan menghancurkan harga pasar. “Ini akan menimbulkan dampak tidak sehat kepada sektor perbankan yang akan membiayai segi pendanaannya,” tutur Ratna.
Keadaan yang tidak menguntungkan ini semakin diperparah dengan masuknya terigu impor yang ditengarai dumping (harga ekspor lebih murah dibandingkan harga dalam negeri). Sampai sekarang petisi anti dumping Aptindo masih diselidiki Komite Anti Dumping Indonesia.
Ratna menyebutkan Badan Kordinasi Penanaman Modal telah mengeluarkan izin baru pendirian pabrik tepung terigu kepada PT Asia Raya, PT Fugui Flour & Grain Indonesia, PT Kwala Intan New Grain, serta PT Purnomo Sejati dengan total kapasitas produksi 672 ribu ton per tahun.
Asia Raya berinvestasi sebesar Rp 10 miliar untuk mendirikan pabrik berkapasitas 72 ribu ton per tahun di Sidoarjo, Jawa Timur. Fugui Indonesia berinventasi US$ 37,5 juta untuk mendirikan pabrik berkapasitas 270 ribu ton per tahun di Gresik, Jawa Timur.
Kwala Intan akan mendirikan pabrik senilai US$ 13,8 juta dengan kapasitas 210 ribu ton per tahun di Kuala Tanjung, Sumatera Utara. Purnomo Sejati akan mendirikan pabrik senilai Rp 24 miliar dengan kapasitas 120 ribu ton per tahun di Sidoarjo, Jawa Timur.
Sementara itu sekarang sudah berdiri empat industri terigu di Tanah Air yaitu Bogasari Flour Mills, Berdikari Sari Utama Flour Mills, Panganmas Inti Persada Flour Mills, dan Sriboga Raturaya Flour Mills dengan total investasi Rp 7 triliun.
Kebanyakan pabrik terigu yang ada, kata Ratna, berlokasi di Pulau Jawa dan Medan. Hanya satu yaitu Berdikari yang mempunyai pabrik di Makassar, Sulawesi Selatan. “Investasi pendirian pabrik di Jawa sudah mencukupi, sehingga dengan masuknya pemain baru di bidang yang sama akan mengakibatkan kelebihan pasokan,” tutur dia.
EFRI RITONGA
INDEKS BERITA LAINNYA :
|