Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

HKTI: Larangan Impor Beras Realistis
Jum'at, 24 Juni 2005 | 13:43 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Agusdin Pulungan mengatakan larangan impor beras sejak Juni sampai Desember 2005 merupakan kebijakan yang realistis dan rasional. ”Karena menurut data lapangan diketahui bahwa sentra-sentra produksi khususnya di Jawa diperkirakan akan panen dengan baik,” ujarnya, Jumat (24/6).

Mengenai kekeringan yang terjadi di berbagai daerah, Agusdin mengatakan bahwa kekeringan itu belum menjadi ancaman bagi pengadaan beras nasional. ”Karena itu HKTI mendukung penuh kebijakan itu (larangan impor beras),” tegasnya.

Kebijakan pemerintah itu dinilai Agus sebagai realisasi program revitalisasi pertanian yang dicanangkan Presiden Yudhoyono di Jatiluhur, Sabtu (11/6). ”Kebijakan ini sekurang-kurangnya telah menunjukkan sebuah langkah awal dalam merealisasikan merevitalisasi pertanian yang bukan sekedar retorika,” ujarnya.

Perkiraaan produksi beras nasional 2005 sebesar 53 juta ton gabah kering giling atau setara dengan 32 juta ton beras. Kapasitas Bulog untuk menyerap beras petani hanya berkisar 7 sampai 8 persen saja. ”Sehingga tidak beralasan bagi Bulog untuk melakukan impor, kecuali karena alasan kinerja Bulog yang lemah atau masih belum mampu bekerja sama secara baik dengan petani Indonesia,” ujarnya.

Agusdin mengingatkan, meskipun larangan impor beras ini sudah diterapkan pemerintah sejak awal tahun 2005, pemerintah harus tetap waspada terhadap kemungkinan masuknya beras-beras selundupan.


Rini Kustiani

Dari Arsip Majalah TEMPO
Akan Ada Raja Beras Baru?  | 27 Oktober 1998
Bisnis Sepekan | 08 November 2004
Heboh Beras Diabetes | 18 Oktober 2004
Badan Urusan (Logistik) Pesawat  | 29 Juni 2003
Penjelasan Bulog  | 29 Juni 2003
Barter: Bisa Untung, Bisa Rugi  | 23 Juni 2003
Akibat Pesawat Ditukar Beras…  | 23 Juni 2003
Bisnis Sepekan | 26 Januari 2004
Intaian di Balik Tata Niaga  | 19 Januari 2004
Politik Beras  | 26 Mei 2003
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Petani menjemur gabah di Karawang. [TEMPO/ Dahlan RP; 25c/354/88; 20000326]. Petani menjemur gabah di Karawang. [TEMPO/ Dahlan RP; 25c/354/88; 20000326].
Penjemuran Gabah
Penjemuran Gabah
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Ratusan Hektare Tanaman Padi Rusak di Sumbawa
Larangan Impor Beras Diperpanjang Hingga Desember
Bulog NTB Kirim Beras ke NTT
Rawan Pangan di NTT Akibat Kebijakan Pangan yang Tidak Tepat
Penyaluran Beras Miskin di DKI Jakarta Terhambat.
Pemerintah Minta Petani Tingkatkan Kualitas Gabah
Bulog Siapkan 46.000 Ton Beras untuk NTT
Pemerintah Akan Bagi Beras Gratis di NTT
Deptan Akan Lakukan Pengamanan Harga Gabah
Larangan Impor Dinilai Stabilkan Harga Beras
> selengkapnya...


Referensi

Buka Tutup Keran Impor Beras
UU RI No.7 Thn.1996 Tentang Perlindungan Pangan
PP RI No.69 Thn.1999 Tentang Label Dan Iklan Pangan
Inpres RI No. 8 Tahun 2000 Tentang Penetapan Harga Dasar Gabah Serta Harga Pembelian Gabah dan Beras
> selengkapnya...

Website

Departemen Pertanian


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Foke: Bulan Puasa Jangan Sembarangan Sedekah
Kerabat Amrozy cs Bawa Buku dan VCD Jihad
Jalur Selatan Kereta Api Normal Kembali
Kecil Kemungkinan Beda Awal Puasa dan Lebaran
Tunai Rp 1 Milyar Bagi Peraih Emas Olimpiade

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data