Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Dana Pensiun Alih Investasi Dari Deposito ke Obligasi
Selasa, 21 Juni 2005 | 19:47 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Staf Ahli Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI), Satino, menyatakan telah mengalihkan sebagian besar portofolio investasinya dari deposito berjangka ke obligasi. Pergeseran ini, terjadi terutama pada tahun 2004 dan terkait kebutuhan untuk tetap mendapatkan tingkat pengembalian yang tinggi. "Investasi memang harus digeser, karena sulit untuk mengharapkan tingkat pengembalian,"kata Satino di Jakarta, Selasa, (21/6).

Satino menambahkan bahwa minat investasi terbanyak pada 2004 ada pada obligasi, baik obligasi negara maupun obligasi korporasi. "Patokannya ada pada obligasi yang memberi bunga tertinggi. Biasanya yang berjangka waktu lebih dari 5 tahun," kata Satino.

Menurut Satino, idealnya, ADPI lebih banyak melakukan investasi pada portofolio pendapatan tetap, semisal obligasi, dan deposito berjangka. "Porsinya 80 persen untuk pendapatan tetap dan 20 persen untuk dimainkan di saham, reksadana, penyertaan langsung, tanah, dsb,"katanya.

Saat ini, pertumbuhan investasi ADPI bisa mencapai 20 persen, terdiri dari 12 persen pertumbuhan pendapatan dan 8 persen pertumbuhan iuran anggota. Menurut Satino, ada 11 anggota yang mengelola dana lebih dari Rp 1 triliun, 7 anggota mengelola dana antara Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun, serta 35 anggota mengelola dana antara Rp 100 miliar hingga Rp 500 miliar. "Selebihnya, dana yang dikelola dibawah Rp 100 miliar,"kata Satino.

Eko Pratomo, Presiden Direktur Fortis Investment mendukung langkah ADPI. Ia berharap agar dana pensiun lebih intensif melakukan diversifikasi investasi, tak hanya pada deposito berjangka dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) melainkan juga saham dan obligasi. "Diversifikasi perlu untuk menyebarkan resiko dan menjaga agar tingkat pengembalian yang diharapkan tetap diatas kebutuhan atau diatas tingkat inflasi," ujar Eko.

Thoso Priharnowo

Dari Arsip Majalah TEMPO
Ada Yankee, Ada Eurobond  | 24 Mei 1999
Obligasi di Simpang Janji  | 16 Maret 1999
Antara Penjarahan dan Penyehatan  | 02 Maret 1999
Kedipan Poker Rekapitalisasi Bank  | 02 Maret 1999
'T-Bonds' Baru  | 30 Desember 2002
Indosat Memailitkan TPI? | 21 Oktober 2002
Astra Dikepung Utang  | 21 Oktober 2002
Surat Utang Jasa Marga | 21 Oktober 2002
Surat Utang Halal  | 07 Oktober 2002
Mungkinkah Beban Obligasi Dikurangi?  | 19 Agustus 2002
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Indosat Terbitkan Obligasi US$ 250 Juta
Pasar Obligasi Negara Belum Likuid
Lelang Obligasi Negara Serap Rp 3,85 Triliun
Pemerintah Terbitkan Dua Seri Obligasi
Bank Lampung Terbitkan Obligasi Rp 200 Miliar
Obiligasi Negara Tak Lagi Menarik
Indosat Terbitkan Obligasi Senilai Rp 1 Triliun
Pemerintah Akan Lelang Paket Obligasi Negara
Pemerintah Akan Menerbitkan Obligasi Syariah
Surat Utang Negara Jangka Pendek Terbit Akhir Mei
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 12 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas PP No. 45 Tahun 1995 Tentang Penyelenggaraan Kegiatan Di Bidang Pasar Modal
PP RI No. 11 Tahun 2004 Tentang Penjualan Saham Pada Perusahaan Perseroan ( Persero ) PT. Adhi Karya
UU RI nomor 24 Tahun 2002 Tentang Surat Utang Negara

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Saham di Bursaa Jepang Sesi Pagi Turun 0,67 Persen
Bush Tuntut Rusia Segera Keluar dari Georgia
Penyerang Kroasia Mulai Berlatih di Persiba
Australia: Indonesia dan Australia Akan Memperoleh Keuntungan dari Perdagangan Bebas
Lidah Bergairah Bonus Sejarah

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data