|
Dirut Pertamina: Stok Premium Kritis
Senin, 20 Juni 2005 | 12:34 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Utama Pertamina, Widya Purnama mengakui stok premium berada pada masa krisis, yaitu hanya untuk 12,7 hari. Sedangkan stok solar hanya untuk 14,5 hari, dan minyak tanah masih cukup untuk 25,3 hari sehingga tidak akan langka di pasaran.
“Memang premium sudah kritis sekali,” kata Widya dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, Senin (20/6). Menurut dia, stok BBM secara nasional masih pada kisaran 17,5 hari.
Menurunnya stok BBM yang biasanya pada kisaran normal sekitar 21-22 hari adalah akibat keterlambatan uang yang turun dari Departemen Keuangan. Sebenarnya sejak 13 Juni, sebanyak 3,2 juta barel BBM sudah bisa dibongkar sehingga dapat menaikan stok sekitar 3-4 hari. “Tapi karena uang baru turun tanggal 15 Juni, saat itu belum bisa dibongkar,” jelasnya.
Dengan kucuran uang dari Departemen Keuangan sebesar Rp 4,25 triliun, butuh waktu sekitar 10 hari agar stok BBM meningkat selama 20,5 hari. “Jadi diharapkan 24-25 Juni stok sudah meningkat,” kata dia. Setelah turunnya dana tersebut, lanjut Widya, Pertamina tinggal membayar tiga L/C tertunda. “Ini tinggal masalah pembayarannya saja,” ujarnya.
Mantan Dirut PT Indosat itu menambahkan, jika stok BBM ini berada pada level aman sekitar 22-25 hari, maka Pertamina membutuhkan dana sekitar US$ 1,3-1,5 miliar. Muhamad Fasabeni
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|