Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Penangguhan Hutang AS, Berdampak pada Hibah
Sabtu, 18 Juni 2005 | 07:31 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Jenderal Perbendaharaan Negara, Mulia Nasution, menyatakan kesepakatan penangguhan pembayaran hutang Indonesia pada Amerika Serikat senilai US$ 212 Juta, beberapa hari lalu, berdampak pada pengurangan nilai hibah yang akan diterima Indonesia. "Amerika Serikat memberi moratorium, tapi sebagai konsekuensinya ada pengurangan jumlah hibah,"ujar Mulia di Gedung Departemen Keuangan, Jakarta.

Sejauh ini, Kongres Amerika Serikat sudah memutuskan memberikan hibah pada Indonesia senilai lebih dari US$ 500 juta. Termasuk US$ 400 juta hibah khusus untuk Aceh, pada pekan lalu, sebelum penandatanganan moratorium berlangsung. Dengan kesepakatan moratorium itu, menurut Mulia, jatah hibah yang akan diberikan ke Indonesia tersisa lebih dari US$ 288 juta."Persetujuan hibah terjadi sebelum penandatanganan moratorium,"kata Mulia.

Tingkat bunga moratorium dari Amerika Serikat, tidak berubah dan bervariasi besaran persentasenya, tergantung jenis pinjaman yang telah diberikan. "Tapi, rata-rata pinjaman lunak, dengan tingkat bunga 3 persen sampai 3,5 persen," kata Mulia.

Perundingan secara bilateral dengan negara kreditur Paris Club, menurut Mulia, tetap dilakukan untuk mengupayakan pemberian bunga nol persen (zero interest>/i>). "Namun, belum ada yang pasti. Sejauh ini juga belum ada indikasi negara yang akan melakukan hal serupa Amerika,"ujar Mulia.

Thoso Priharnowo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Ralph L Boyce (kiri) menerima cindramata dari Azyumardi Azra setelah memberikan pidato pada seminar, Polisi berjaga-jaga saat protes anti IMF dengan poster bertuliskan CGI = rentenir CGI=  interest of creditor, soft loan no debt relief yes dll di depan gedung tempat pertemuan CGI, Jakarta, 23 April 2001 [Koran TEMPO/ Amatoel Rayyani; K1A/283/2001; 2001
Ralph L Boyce dan Azyumardi Azra
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

The Wahid Institute Minta Guantanamo Ditutup
AS Setuju Indonesia Tunda Bayar Utang
Polisi Masih Jaga Ketat Kedutaan Asing
Wafatnya Imam Khomeini Diperingati di Indonesia
Jubir Deplu : Perwakilan Asing Harus Update Travel Advisory Juga
Polisi Minta Penjagaan Hotel Diperketat
Fauzi Bowo Minta Agar Lurah dan Camat Tidak Kecolongan
Kedutaan Amerika Kembali Peringatkan Ancaman Bom
Bill Clinton : Jangan Ada Korupsi dalam Rekonstruksi Aceh
Juru Bicara Deplu : Jangan Ada Kesan Tidak Bersahabat
> selengkapnya...


Referensi

Utang Makin Menumpuk, CGI Jalan Terus
Keppres RI No. 31 Tahun 1999 Tentang Pembentukan Badan Restrukturisasi Utang Luar Negeri Perusahaan Indonesia ( Indonesian Debt Restructuring Agency )

Website

Departemen Keuangan
Bank Indonesia
Moody's Investors Service
Standard & Poor's
Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Foke: Bulan Puasa Jangan Sembarangan Sedekah
Kerabat Amrozy cs Bawa Buku dan VCD Jihad
Jalur Selatan Kereta Api Normal Kembali
Kecil Kemungkinan Beda Awal Puasa dan Lebaran
Tunai Rp 1 Milyar Bagi Peraih Emas Olimpiade

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data