Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Aburizal Bakrie : Saya Yakin Pemrotes Perpres 36/2005 Spekulan
Kamis, 16 Juni 2005 | 03:45 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Koordinator Perekonomian, Aburizal Bakrie dan Menteri Pekerjaan Umum, Joko Kirmanto, mengakui mereka telah mendesak penerbitan Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2005 tentang Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum.

Menurut Joko, pembangunan infrastruktur di Indonesia terhambat oleh masalah pembebasan tanah. "Padahal pemerintah menginginkan pembangunan infrastruktur mendapat prioritas tertinggi agar bisa mendukung pertumbuhan ekonomi,"ujar Joko di Jakarta.

Perpres ini, menurut Joko, ditujukan untuk kepentingan umum. Jika memang kemudian ada aspek bisnis di dalamnya, seperti pembangunan water front city di Banjir Kanal Timur, hanya on top-nya. "Tujuan utama BKT adalah pengendalian banjir,"katanya.

Dalam Perpres 36 ini, menurut Joko, disebutkan bahwa masyarakat yang dipindahkan akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik. "Artinya setelah infrastruktur itu dibangun, tidak ada masyarakat yang dirugikan,"ujarnya. walaupun kenyataany, keuntungan lebih banyak diraih oleh para pengusaha dan makelar tanah. Dalam pembangunan jalan tol, misalnya, tanah rakyat dibayar murah, tetapi tarif tol yang tinggi dinikmati terus oleh pengusaha pembangun jalan tol, sepanjang masa. Tak ada kontribusi untuk masyarakat yang dirugikan.

Menanggapi pernyataan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi mengenai desakan Ical dan Joko ini, Ical menyatakan itu masalah pengertian saja. Di samping itu, menurut Ical, protes yang keluar dari Perpres 36 ini datang dari spekulan tanah. "Saya yakin dari spekulan,"ujarnya.

Fanny Febiana dan Tito Sianipar

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Polisi sedang mengangkat sisa-sisa kebakaran/ nertuliskan sanken  pada kerusuhan di Glodok yang dipicu oleh razia Trantrib Jakarta Barat terhadap pedagang vcd bajakan/porno, Jakarta 13 Mei 2000  [Tempo/ Bernard Chaniago; 29d/381/2000; 2000/05/17]. Polisi anti huru hara, massa dan sisa-sisa kerusuhan Glodok yang dipicu oleh razia Tantrib Jakarta Barat terhadap pedagang vcd bajakan/ porno, Jakarta, 13 Mei 2000. [TEMPO/ Bernard Chaniago; 29d/380/2000; 2000/05/17]<br>Dimuat majalah TEMPO 20000521-027
Kerusuhan Glodok,
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Walaupun Merugikan Rakyat, Walikota Tetap Pakai Perpres
Soal Perpres Gubernur Sutiyoso Minta Rembukan
DPR Minta Sutiyoso Tak Melaksanakan Perpres 36/2005
Aburizal : Tidak Ada Pengusaha yang Mau Berkelahi
Jusuf Kalla : Bukan Ganti Rugi, Tapi Ganti Untung
Aburizal Bakrie : Harapkan Rp 13 Triliun dari Privatisasi
Pertemuan 9 Jam Presiden dan Para Pembantunya
HKTI Pesimis Presiden Yudhoyono
Pemerintah Dituntut Cabut Perpres 36/2005
Warga Surati Menteri Perhubungan
> selengkapnya...


Referensi

PENJELASAN KHUSUS SEKTOR PERMUKIMAN DAN PRASARANA WILAYAH
Profil Aburizal Bakrie

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [9]


Berita Terakhir

Wakil Presiden: Cina dan Indonesia Saling Membutuhkan
Jumlah Peserta Jamkesmas Kurang dari Kuota Pemerintah
Menteri Pendidikan Tak Percaya Pengaduan Guru Kontrak di Sabah
Kapolda Jawa Barat Copot Dua Kapolsek
Bupati Aceh Besar Mengundurkan Diri

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data