Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Harga Gabah Dipastikan Naik
Selasa, 14 Juni 2005 | 18:52 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Pertanian Anton Apriyantono mengatakan Harga Pokok Pembelian (HPP) Gabah Kering Panen (GKP) yang diatur dalam Inpres No. 5 Tahun 2005 sebesar Rp 1.330 per kilogram akan direvisi.

"Secara kualitatif, kita tahu itu (HPP GKP) pasti akan naik, tapi kuantitas kenaikannya masih akan diperdalam," ujar Anton di Jakarta, Selasa (14/6).

Anton menjelaskan, pada bulan Oktober mendatang, Departemen Pertanian akan memberikan usulan revisi harga gabah kepada presiden. "Saat ini kita masih perlu mengetahui real cost-nya berapa," kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, saat dilakukan pencanangan Revitalisasi Pertanian, Perikanan dan Kelautan pekan lalu, kalangan petani mengeluhkan harga gabah yang ditetapkan pemerintah dalam Inpres tersebut sebesar Rp 1.330 per kilogram karena dinilai sudah tidak relevan lagi setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Menurut pengurus Kontak Tani dan Nelayan Andalam Nasional (KTNA) Arman Detayan, ongkos pengolahan tanah yang semula hanya Rp 500 ribu per hektare, sekarang menjadi Rp 700 ribu per hektare. "Ini disebabkan kenaikan BBM," ujarnya.

Sedangkan satu hektare tanaman padi jika benar-benar sukses panen, hasilnya hanya sekitar Rp 3 juta. "Itu belum dipotong biaya operasional lain, seperti pupuk dan pestisida," kata dia.

Rini Kustiani/Nanang Sutisna

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Petani menebar pupuk di sawah, 1997. [Dok TEMPO; R2A/083/97; 2000/05/31].<br>Dimuat majalah TEMPO 20000611-088 Ibu-ibu petani menjemur jagung yang akan dijadikan bibit di Ciampea, Bogor, 2 Mei 2001. [TEMPO/ Arie Basuki; K1A/272/2001; 20010519].
Petani
Jagung
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Menteri: Kekeringan Bukan Ancaman Serius
Presiden Minta Inpres Harga Gabah Direvisi
HKTI Pesimis Presiden Yudhoyono
17 Negara Akan Hadiri Pertemuan G33
Dirjen Pajak : Produk Pertanian Bebas pajak
Subsidi Pupuk APBN 2005 Rp 1,3 Triliun
Tanam Lebih Satu Jenis, Pertanda Petani Panik
HKTI Siap Ikut Distribusikan Pupuk
Deptan Upayakan Perluasan Areal Tanam
Faisal Basri : Ilmu Doktor Yudhoyono Tak Diamalkan
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 14 Tahun 2004 Tentang Syariat dan Tata Cara Pengalihan Perlindungan Varietas Tanaman dan Penggunaan Varietas Yang Di Lindungi Oleh Pemerintah
PP RI No. 13 Tahun 2004 Tentang Penanaman, Pendapatan dan Penggunaan Varietas Asal Untuk Pembuatan Varietas Turunan Esensial
PP RI No.1 Thn.1980 Tentang Ketentuan Penanaman Papaver, Koka, Dan Ganja
> selengkapnya...

Website

Departemen Pertanian


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Soal Padi Super Toy, Heru Lelono Menolak Bertanggung Jawab
Pemeringah Akan Hentikan Impor Gula Putih
Obama Telah Menang di Internet
Jabatan Sultan dan Kepala Daerah Dipisah
Promosi Film Drupadi Menuai Protes

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data