Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pemerintah Siap Operasi Pasar Pupuk
Senin, 13 Juni 2005 | 11:59 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Negara BUMN Sugiharto mengatakan pemerintah siap melakukan operasi pasar guna mengatasi kelangkaan pupuk di tingkat petani. “Saya sudah memberi arahan kepada industri pupuk untuk siap melakukan operasi pasar,” ujarnya di depan Komisi IV, VI, VII, dan XI DPR, di Jakarta, Senin (13/6).

Sugiharto mengaku terbuka untuk menerima pengaduan masyarakat seputar permasalahan pupuk. “Supaya operasi pasar bisa dilakukan,” ujarnya. Sejak Desember lalu pemerintah telah menetapkan nol toleransi terhadap kelangkaan pupuk.

Sugiharto juga mengakui bahwa dalam pelaksanaannya, pada satu atau dua daerah, terjadi kesalahan dalam alokasi dan distribusi pupuk. Hal itu karena adanya perbedaan harga jual pupuk di dalam negeri dan luar negeri. Harga jual pupuk luar negeri berkisar antara US$ 250-260, sedangkan dalam negeri antara US$ 100-110 per metrik ton.

Menurut Sugiharto, kebutuhan pupuk dalam negeri masih berada di bawah kemampuan produksi pupuk itu sendiri. Sehingga terjadi kelebihan pasokan pupuk. Kelebihan itulah, tambahnya, yang bisa diekspor ke luar negeri.

Mengenai pasokan gas bagi pabrik Pupuk Iskandar Muda I dan II, pasokan gasnya didapat dari pola swap dalam penjualan gas Arun ke Jepang dan Korea dengan gas pembelian pemerintah Indonesia dari Oman dan Qatar. “Sampai hari ini memang masih jalan,” kata dia. Kekurangan kargo gas, tambah dia, akan diusahakan sebaik-baiknya.

Selain itu, pemerintah juga perlu melakukan negosiasi lagi untuk mengurangi pasokan ekspor ke Jepang dan Korea, sehingga cadangan yang ada dapat dialokasikan untuk kebutuhan dalam negeri. Sementara penyelesaian jangka panjangnya, kata Sugiharto, akan bisa teratasi setelah lapangan blok A beroperasi pada 2008 mendatang.

tito sianipar

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Ladang/ pengeboran minyak lepas pantai Belida milik Conoco dengan sistem pipanisasi gas alam bawah laut dari Natuna Ke Singapura yang dikenal dengan West Natuna Transportation System/ WNTS [ Dok Natuna; 20010316 ].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010429-116 Pengeboran minyak di sumur Kayan I Cekungan Melawi Timur, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, 1986. [ TEMPO/Junaini KS; 12C/221/86; 20000705 ].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20000716-079
Pengeboran Minyak Lepas Pantai Natuna
Pengeboran Minyak
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Utamakan Penggunaan Gas Dalam Negeri
Bagi Hasil Exxon di Bawah 15 Persen
Kesepakatan Transaksi Gas Domestik Diteken
DPR Tak Akui Tim Perunding Blok Cepu
Dana Bagi Hasil Meningkat Rp 15,8 Triliun
Musi Banyuasin Tuntut Dana Bagi Hasil Migas
Pipanisasi Gas ke Jawa Ditargetkan Selesai 2006
Conoco : Lebih Aman Pakai Tongkang
BP Migas Selesaikan Data Minyak Nasional
“Harga Minyak Masih Akan Tetap Tinggi”
> selengkapnya...


Referensi

UU RI No. 22 Tahun 2001 Tentang Migas

Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data