Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Presiden Minta Inpres Harga Gabah Direvisi
Sabtu, 11 Juni 2005 | 16:50 WIB

TEMPO Interaktif, Purwakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan Menteri Pertanian Anton Apriantono, segera mengkaji ulang harga gabah kering panen yang berlaku sekarang ini. Sebab, patokan harga yang ditetapkan melalui Inpres Nomor 2/2005, dinilai petani sudah tak relevan.

Instruksi itu diberikan, setelah dirinya mendapatkan keluhan langsung dari Arman Detayan, pengurus Kontak Tani dan Nelayan Andalan Nasional (KTNA), dalam temu wicara pada acara pencanangan Revitalisasi Pertanian,
Perikanan dan Perhutanan 2005, di Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (11/6).

Menurut Dayan, harga patokan dasar gabah kering panen Rp1.330 per kilogram, sudah jauh dari harapan petani, saat ini. Sebab, ongkos pengolahan tanah saja, yang semula hanya Rp 500 ribu per hektar, pasca kenaikan BBM, naik menjadi Rp 700 ribu per hektar. "Jadi, kami minta supaya Keppres itu ditinjau ulang," ujar Detayan.

Menanggapi keluhan itu, Presiden Yudhoyono di hadapan 600-an petani, nelayan, dan petani hutan yang hadir, langsung meminta Anton untuk menjelaskan permasalahan tersebut. "Tolong Pak Anton, jelaskan," katanya.

Anton pun menyatakan akan merevisi untuk menyesuaikan dengan kondisi pasca kenaikan harga BBM saat ini. Namun, ia belum bisa mengungkapkan berapa kisaran harga baru yang akan ditetapkan kemudian. "Belum, belum bisa disebutkan. Masih akan kami dihitung," kata Anton kepada Tempo, seusai acara.

Pada saat sama, Oyo, pertani asal Tasikmalaya, Jawa Barat, mempertanyak terjadinya bongkar pasang aturan pemerintah berkaitan dengan keberadaan penyuluh pertanian lapangan (PPL). Padahal kehadiran mereka, kata Oyo, amat dibutuhkan petani. “Kami mita PPL itu dihidupkan kembali," ujarnya.

Yudhoyono pun merespon positif usulan tersebut. "Akan kita hidupkan kembali mulai tahun ini," ujarnya. Nanang Sutisna

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Cendekiawan Muslim, Nurcholish Madjid alias Cak Nur (kanan) didampingi calon presiden dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY (kiri), dalam konferensi pers seusai melakukan pertemuan empat mata di kediaman Cak Nur di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis, 6 Mei 2004. [TEMPO/Usman Iskandar; K21A/204/2004; 20040507]. Panglima Angkatan Bersenjata Singapura, Mayor General Ng Yat Chung (kiri) bersalaman dengan Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Susilo Bambang Yudhoyono saat melakukan kunjungan kerja di Kantor Menko Polkam, Jakarta, 17 Juni 2003. [TEMPO/ Bagus Indahono; K15A/407/2003; 20030625].
Nurcholish Madjid dan Susilo Bambang Yudhoyono
Susilo Bambang Yudhoyono dan Ng Yat Chung
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Presiden: Usaha Pemerintah Bukan Retorika
Presiden: Terus Berantas Pembalakan Liar
Bakar Foto Presiden Yudhoyono Dipenjara 6 Bulan
Presiden Jumatan di Kantor Menko Polhukam
Presiden dan Isteri Besuk Korban Bom Tentena di RS UKI
Pertemuan 9 Jam Presiden dan Para Pembantunya
Program Pemerintah Tekan Busung Lapar
HKTI Pesimis Presiden Yudhoyono
Presiden Minta Gubernur Kembangkan Intelijen Daerah
DPR Pertimbangkan Tambahan Subsidi Pupuk
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi 100 Hari Pemerintahan Yudhoyono
Kasus Puteh dan Masa Depan Pemberantasan Korupsi
Wiranto: Yudhoyono Pernah Janji bahwa Kalla Tak Akan Maju
Jangan Sampai Jadi Dokumen Tanpa Arti

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data