Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Departemen PU Tunggu Usulan Tol Jakarta
Jum'at, 10 Juni 2005 | 14:33 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Jenderal Bina Marga Hendriyanto Noto Sugondo mengatakan, rencana pembangunan enam ruas jalan tol dalam kota oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta memang diperlukan.

Secara sistem, usulan itu sudah sesuai dengan ruas jalan tol yang kami bangun," Karena itu, kata Handriyanto dalam jumpa pers di Departemen Pekerjaan Umum, Jumat (10/6), "(usulan itu) bisa dimengerti. Itu diperlukan."

Namun sejaun ini, menurut Handriyanto, pihaknya belum menerima usulan pembangunan enam ruas jalan tol itu. "Belum disampaikan ke Dinas Pekerjaan Umum secara resmi," ujarnya.

Ia menjelaskan, pembangunan jalan tol harus melalui sejumlah tahapan. Pada tahap awal, Pemda yang mengajukan usul pembangunan jalan tol harus melakukan studi kelayakan untuk mengetahui layak tidaknya proyek jalan tol tersebut.

Setelah proses ini selesai, baru akan dinilai oleh Departemen Pekerjaan Umum apakah pembangunan jalan tersebut layak secara teknis dan ekonomis. Izin dimulainya pembangunan akan dikeluarkan oleh Badan Pengatur Jalan Tol.

Selain Pemda DKI, Hendriyanto mengatakan, sebelumnya pemerintah provinsi Riau juga telah mengajukan usulan serupa untuk ruas Pangandaran-Dumai. Namun, hingga saat ini, Departemen Pekerjaan Umum belum mengeluarkan izin.

Terkait dengan peran Pemda, ia menjelaskan, Pemda bisa berperan serta dalam pembebasan tanah dan mengendalikan harga jual tanah di atas koridor jalan tol. Sedangkan Badan Usaha Milik Daerah dimungkinkan untuk melakukan kerja sama dengan pemenang tender dalam pembangunan jalan tol.
sutarto

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Pembangunan jalan tol yang terbengkalai di Kampung Rambutan, Jakarta, 2001 [Koran TEMPO/ Bodi CH; K1A/207/2001; 20010503]. Suasana aksi protes pijar membebaskan jalan tol dengan poster bertuliskan  bayar tol sama dengan memperkaya cendana, bis ppd di jl. Gatot Subroto, Jakarta [Bodi Chandra/ DR; 2000/05/22].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Tol Cipularang Kembali Telan Korban
Petugas Jasa Marga Dikeroyok Pemilik Derek Liar
Tol Cipularang Ambles, Jasa Marga Tegur Adhi Karya
Proyek Tol Hankam-Cikunir Sementara Dihentikan
Tol Cipularang Amblas
JORR Ulujami Sedang Penyelesaian Akhir
Uji Coba Tol Ulujami-Veteran Batal
Tol Pondok Pinang–Ulujami Tertunda, Jasa Marga Merugi
Jalur Tol Jakarta-Cikampek Akan dibebaskan dari Kendaraan Umum
Bandung-Jakarta Cuma 1,5 Jam
> selengkapnya...


Referensi

UU No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan

Website

PT Jasa Marga


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data