Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

BI: Pelemahan Rupiah Hanya Sementara
Jum'at, 10 Juni 2005 | 14:29 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank Indonesia (BI) menilai pelemahan rupiah akhir-akhir ini bersifat sementara. "Rupiah sekarang melemah, tapi sifatnya temporary (sementara)," ujar Deputi Gubenur BI Aslim Tadjuddin, Jumat (10/6).

Aslim menegaskan, rupiah akan menguat dalam jangka waktu menengah dan panjang, karena adanya faktor fundamental makroekonomi Indonesia. Faktor-faktor itu adalah pertumbuhan ekonomi kuartal I tahun 2005 sebesar 6,35 persen, menurunnya inflasi (year on year) yang terakhir menunjukkan 7,4 persen, riil efektif kurs rupiah menunjukkan rupiah masih under value sebesar 6-7 persen pada kurs saat ini yang berkisar Rp 9.600-an per US$.

Melemahnya rupiah saat ini, menurut Aslim, karena adanya faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal, yakni melemahnya mata uang regional terhadap US$, seperti mata uang Thailand, Filipina dan Euro.

Faktor eksternal lainnya adalah menguatnya US$ yang ditandai pernyataan Gubernur Bank Sentral AS Alan Greenspam tentang perekonomian AS yang solid.

Sedangkan faktor internal yang menyebakan melemahnya rupiah adalah tingginya permintaan terhadap US$ dari korporasi, baik BUMN maupun swasta.

Ia juga memastikan asumsi nilai tukar rupiah di level Rp 9.300 per 1 US$ dalam APBN Perubahan 2005 cukup realistis untuk dicapai.

ariyani

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Papan nama jual beli dolar/ valuta asing di jalan Kwitang, Jakarta, 2001 [Koran TEMPO/ Amatoel R.; K1A/007/2001; 20010414]. Seorang petugas memasang nilai tukar uang saat kurs dolar mencapai Rp 10.000 di papan kurs valuta asing, money changer Foreign Exchange, Jl. Saharjo, Jakarta, 10 Maret 2001. [TEMPO/ Awaluddin R.; 32D/217/2001; 20010320].
Papan Kurs Foreign Exchange
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

BI: Asumsi Kurs Rupiah APBN-P 2005 Sulit Tercapai
Presiden Rapat Tertutup dengan DPR di Istana
Pertamina Tak Boleh Beli Dolar di Pasar
Pertamina Ikut Guncang Rupiah
Pebisnis Khawatirkan Pelemahan Rupiah
BI Intervensi Agar Rupiah Tidak Loyo Terus
Pengamat: Prediksi Nilai Rupiah Menguat, Terlalu Optimis
BI Perkirakan Kurs Tetap Rp 9.000 Pada 2005
BI Kucurkan Rp 32,5 triliun Buat Lebaran
Menko: Daya Tahan IHSG dan Rupiah Lebih Kuat
> selengkapnya...


Referensi

UU No. 24 Tahun 1999 Tentang Lalu Lintas Devisa dan Sistem Nilai Tukar

Website

Bank Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Pagi Ini, Rusia Angkat Kaki dari Georgia
Saham di Bursaa Jepang Sesi Pagi Turun 0,67 Persen
Bush Tuntut Rusia Segera Keluar dari Georgia
Penyerang Kroasia Mulai Berlatih di Persiba
Australia: Indonesia dan Australia Akan Memperoleh Keuntungan dari Perdagangan Bebas

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data