Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

HKTI Pesimis Presiden Yudhoyono
Kamis, 09 Juni 2005 | 22:27 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) pesimis akan keberhasilan rencana revitalisasi pertanian yang akan dicanangkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jatiluhur, Sabtu (11/6). "Kami pesimis revitalisasi pertanian ini akan berhasil jika berada di luar konsep reforma agraria,"kata Ketua HKTI, Agusdin Pulungan.

Reforma agraria yang dimaksudkan Agusdin meliputi kebijakan reformasi lahan (land reform) dan pemberian masukan dalam upaya pengembangan pertanian. Reformasi lahan, sangat penting dilakukan karena saat ini kepemilikan lahan petani rata-rata hanya 0,3 hektar. "Khususnya petani yang ada di Pulau Jawa,"katanya.

Dengan kebijakan reformasi lahan, ada distribusi tanah dari negara kepada petani yang idealnya satu orang petani mendapatkan lahan seluas 2 hektar. Menurut Agusdin, sejak tahun 1968, pemerintah telah memberikan lahan seluas 6,5 juta hektar antara lain, di Jawa Barat, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi, untuk membuka perkebunan, kehutanan dan pemukiman. "Namun pengelolanya BUMN dan perusahaan swasta besar. Tidak pernah didistribusikan kepada petani,"ujarnya.

Selain itu, menurut Agusdin, pemerintah perlu memberikan bantuan dalam mengembangkan pertumbuhan pertanian. Misalnya dengan membuat jaringan infrastruktur, menyediakan modal, membuka peluang pasar dan distribusi bahan pertanian, serta penerapan teknologi pertanian.

Rini Kustiani

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Petani menebar pupuk di sawah, 1997. [Dok TEMPO; R2A/083/97; 2000/05/31].<br>Dimuat majalah TEMPO 20000611-088 Ibu-ibu petani menjemur jagung yang akan dijadikan bibit di Ciampea, Bogor, 2 Mei 2001. [TEMPO/ Arie Basuki; K1A/272/2001; 20010519].
Petani
Jagung
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Presiden Minta Gubernur Kembangkan Intelijen Daerah
Penanganan Teror di Bawah Menteri Polkam
17 Negara Akan Hadiri Pertemuan G33
Katrina Koni Kii Wanita Peraih Kalpataru
Presiden Minta Pembangunan Lingkungan 2009 Ditetapkan
Presiden Perintahkan Intelijen Deteksi Teroris
Presiden Kutuk Teror di Kedutaan RI
Bakar Gambar Yudhoyono Dituntut Satu Tahun Penjara
RI-Jepang Setuju Bahas Perdagangan Bebas
Dirjen Pajak : Produk Pertanian Bebas pajak
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi 100 Hari Pemerintahan Yudhoyono
Kasus Puteh dan Masa Depan Pemberantasan Korupsi
Wiranto: Yudhoyono Pernah Janji bahwa Kalla Tak Akan Maju
Jangan Sampai Jadi Dokumen Tanpa Arti
PP RI No. 14 Tahun 2004 Tentang Syariat dan Tata Cara Pengalihan Perlindungan Varietas Tanaman dan Penggunaan Varietas Yang Di Lindungi Oleh Pemerintah
PP RI No. 13 Tahun 2004 Tentang Penanaman, Pendapatan dan Penggunaan Varietas Asal Untuk Pembuatan Varietas Turunan Esensial
PP RI No.1 Thn.1980 Tentang Ketentuan Penanaman Papaver, Koka, Dan Ganja
> selengkapnya...

Website

Departemen Pertanian


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Kejaksaan Berhasil Tagih Uang Pengganti BLBI Rp 2,3 Triliun
10,16 Juta Penduduk Indonesia Masih Buta Aksara
Netbook Baru Lenovo Dipasarkan Akhir September
Arema Takut Berhadapan dengan Persiba
Dinas Perhubungan Jawa Barat Siapkan Jalur Alternatif

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data