|
Kimia Farma Naikkan Harga Jual Produk
Kamis, 09 Juni 2005 | 02:39 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Keuangan Kimia Farma, M. Syamsul Arifin, menyatakan bahwa Kimia Farma akan menaikkan harga jual produk mulai semester II tahun 2005. Namun, kenaikan itu belum ditentukan.
“Menunggu momentum yang tepat," ujar Syamsul saat ditemui di sela-sela Munas Khusus KADIN 2005, Rabu (8/6).
Kenaikan harga, lanjut dia, terutama akan diberlakukan pada produk impor dan produk yang lisensinya dipegang oleh Kimia Farma. Biaya input untuk kedua produk itu, kata Syamsul, amat dipengaruhi oleh gonjang-ganjing nilai tukar.
"Nilai kurs ideal buat kami adalah Rp 9000 per 1 US$. Nilai tukar maksimal yang masih bisa kami toleransi adalah Rp 9500 per 1 US$," jelasnya. Karena itu, Kimia Farma akan otomatis menaikkan harga jual produk impor jika nilai tukar rupiah melemah.
Sejauh ini, Kimia Farma memiliki kekuatan pada produk obat resep dokter yang dijual melalui apotik. Namun, Syamsul mengakui bahwa masyarakat sudah semakin rasional dalam memilih harga. Implikasinya adalah kenaikan penjualan obat generik.
“Itu cukup mengurangi margin keuntungan. Tapi, sebagai BUMN kami tetap harus memproduksi obat generik," ungkap Syamsul. Thoso Priharnowo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|