|
Kontroversi PBI No. 7/2005
Kaji Ulang Baru Tahun Depan
Rabu, 08 Juni 2005 | 12:48 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank sentral baru akan mengkaji ulang Peraturan Bank Indonesia Nomor 7/2/2005 tentang kualitas aktiva produktif perbankan yang kini mengundang kontroversi tahun depan.
?Untuk setiap aturan BI ditetapkan bahwa review baru dapat dilakukan pada tanggal yang sama di tahun yang akan datang," kata Gubernur BI Burhanuddin Abdullah di Jakarta, Selasa (7/6)malam.
Burhanuddin menambahkan, jika aturan itu tidak terlalu bervariasi, pengkajian ulang baru akan dilakukan dua tahun setelah dikeluarkan.
Menurut dia, dua jadwal pengkajian ulang tersebut harus ditaati secara konsisten. ?Jangan sampai karena ada desakan dan saran, kita ubah," ungkapnya. "Kita lihat dulu pelaksanaannya."
Aturan baru BI yang dilansir Januari lalu ini menuai kontroversi karena salah satu klausulnya memuat keharusan bank-bank melakukan penyeragaman tingkat kolektibilitas kredit untuk debitor yang sama. Penerapan aturan ini akan membuat rasio kredit macet bank meningkat. Konsekuensinya, laba bank bakal tergerus, karena dana pencadangan yang harus disiapkan pun meningkat.
Menanggapi kontroversi ini, Burhanuddin menyatakan, sudah mendengar berbagai masukan dari masyarakat, bank, atau pun DPR. ?Saya sangat menghargai pendapat itu,? ucapnya. Namun, kata dia, selayaknya PBI tersebut dilaksanakan terlebih dahulu. BI akan melihat bagaimana perkembangannya di lapangan.
Ia menampik tudingan bahwa perumusan aturan itu tidak mengikutsertakan perbankan. ?Persoalannya apakah kawan-kawan yang mengikuti proses di level teknis menyampaikan pada direksinya," katanya balik mempertanyakan.
Rama Pratama, anggota Panitia Anggaran DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera menyatakan, masalah PBI akan dibawa ke rapat panitia anggaran. ?Karena terkait dengan kemungkinan merosotnya laba bank BUMN yang akan mempengaruhi pendapatan APBN."
Berkaitan dengan itu, ia berpendapat, seharusnya aturan ini pun dibahas terlebih dahulu dengan Departemen Keuangan sebelum dikeluarkan.
DPR, kata Rama, juga akan meminta penjelasan BI. ?Minimal meminta BI untuk membuat simulasi pelaksanaan PBI terhadap laba bank hingga akhir tahun ini."
rr ariyani
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Peluncuran Niaga Global Access Bank Niaga di Fashion Cafe, Jakarta, 26 April 2001. [TEMPO/ Amatul Rayyani; K1A/285/2001; 20010522].](/hg/photostock/2005/03/10/s_K1A28501_high_thumb.jpg) |
![Suasana Bank Niaga cabang Sudirman, Jakarta, 27 April 2001. [TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20010509].](/hg/photostock/2005/03/10/s_BC01042712_high_thumb.jpg) |
| Peluncuran Niaga Global Access Bank Niaga
|
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|