|
Gubernur BI: Modal Awal LPS Cukup Rp 6 Triliun
Rabu, 08 Juni 2005 | 11:45 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah menilai modal awal Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebesar Rp 6 triliun sebagai angka moderat, baik, dan tanpa menafikkan unsur kepercayaan bank dan masyarakat.
Idealnya, pada awal berdiri LPS membutuhkan modal minimal Rp 11-12 triliun. Ia membandingkan, di Amerika Serikat yang mempunyai FDIC (Federal Deposit Insurance Company) mendeklarasikan kebutuhan modal awal sebesar 1,25 persen dari dana pihak ketiga bank-bank yang menjadi anggota FDIC.
“Jika ini dijadikan acuan, maka LPS kita sekurang-kurangnya butuh Rp 11-12 triliun,” kata Burhanuddin dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR tadi malam.
Ia menyatakan BI sangat mendukung LPS untuk menciptakan industri perbankan yang sehat, kokoh, efektif, efisien dan bermanfaat bagi masyarakat.
Hal senada diungkapkan Menteri Keuangan Jusuf Anwar. Ia menyatakan peran LPS sangat penting untuk menjaga stabilitas sistem keuangan yang mencakup pengaturan dan pengawasan bank, pengelolaan sistem pembayaran, pengelolaan kebijakan fiskal serta, mengamankan stabilitas keuangan negara. R.R Ariyani
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Peluncuran Niaga Global Access Bank Niaga di Fashion Cafe, Jakarta, 26 April 2001. [TEMPO/ Amatul Rayyani; K1A/285/2001; 20010522].](/hg/photostock/2005/03/10/s_K1A28501_high_thumb.jpg) |
![Suasana Bank Niaga cabang Sudirman, Jakarta, 27 April 2001. [TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20010509].](/hg/photostock/2005/03/10/s_BC01042712_high_thumb.jpg) |
| Peluncuran Niaga Global Access Bank Niaga
|
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|