|
Bank Indonesia Lanjutkan Kebijakan Moneter Ketat
Rabu, 08 Juni 2005 | 02:22 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank Indonesia akan tetap melanjutkan kebijakan moneter yang cenderung ketat. Keputusan ini diambil dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang diselenggarakan Selasa (7/6).
"Ini upaya menjaga stabilitas makroekonomi ke depan, khususnya untuk mengendalikan tingkat inflasi dalam jangka menengah," kata Halim Alamsyah Direktur Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat, dalam siaran persnya, Selasa(7/6).
Kebijakan moneter yang cenderung ketat ditempuh dengan mengoptimalkan penyerapan kelebihan likuiditas perbankan. Selain itu, Bank Indonesia juga akan melanjutkan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar rupiah untuk mengurangi kesenjangan penawaran dan permintaan valas, baik melalui sterilisasi valas maupun langkah-langkah perbaikan struktural lainnya.
"Ini diputuskan setelah mempertimbangkan assessment (perkiraan) atas kondisi makroekonomi dan inflasi sampai dengan akhir bulan Mei 2005," kata dia. Hasilnya, disimpulkan kestabilan makroekonomi tetap terjaga sebagaimana tercermin dari kurs rupiah yang stabil dan menurunnya tekanan inflasi.
Menurut Bank Indonesia, kondisi perekonomian domestik sampai akhir Mei masih menunjukkan arah yang sejalan dengan prakiraan awal pertumbuhan ekonomi sebesar 5,0 hingga 6,0 persen untuk triwulan II tahun 2005, di mana permintaan domestik masih cukup kuat, dengan peran investasi yang tetap dominan sementara konsumsi tumbuh moderat.
Bank Indonesia memperkirakan investasi masih tumbuh relatif tinggi terutama pada investasi nonbangunan. "Sebagaimana tercermin pada tingginya impor barang modal dan bahan baku serta peningkatan izin usaha tetap (IUT)," kata Halim.
sutarto
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|