|
Pengusaha Sawit Akui Bibit Palsu Beredar
Selasa, 07 Juni 2005 | 14:34 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia Derom Bangun mengakui, bibit palsu banyak beredar di pasaran.
Pernyataan serupa sebelumnya diungkapkan Menteri Pertanian Anton Apriyantono yang memperkirakan sebanyak 400 ribu hektare--dari total 5,92 juta hektare--kebun kelapa sawit menggunakan bibit palsu.
Menurut Derom, harga bibit sawit palsu di pasaran saat ini sekitar Rp 5-6 ribu. Sedangkan harga bibit sawit asli seharga Rp 11-12 ribu per bibit. "Memang lebih mahal, karena (butuh biaya) untuk mengganti biaya pengembangan bibit kira-kira Rp 9 ribu," ujarnya.
Derom menambahkan, dari 1 hektare lahan kepala sawit yang menggunakan bibit asli bisa dihasilkan 20-24 ton buah kelapa sawit per tahun, sedangkan yang menggunakan bibit palsu hanya 10-12 ton buah kelapa sawit per tahun.
Selama ini transaksi jual beli bibit sawit antara petani dengan penjual di lapangan hanya berdasarkan kepercayaan, tanpa mengetahui lebih jauh asli tidaknya bibit sawit yang dibelinya.
Di sisi lain, petani pun belum dapat mengembangkan bibit sawit sendiri. Sebab, untuk pengembangan dari kecambah sawit sampai menjadi bibit siap pakai (tingginya sudah 1,5 meter) diperlukan pemupukan dan perawatan yang intensif.
rini kustiani
INDEKS BERITA LAINNYA :
|