Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

CBM Energi Alternatif Atasi Krisis
Selasa, 07 Juni 2005 | 13:40 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Coalbed Methane (CBM) dapat dijadikan energi alternatif untuk mengatasi krisis energi di Indonesia. CBM sama halnya dengan gas bumi konvensional, namun terperangkap dalam batu bara.

"Kami mengharapkan CBM ini menjadi energi alternatif yang dapat menambah cadangan energi kita," kata Menteri Pertambangan dan Energi Purnomo Yusgiantoro dalam diskusi di Lemigas Jakarta, Selasa (7/6).

Menurut Purnomo, cadangan CBM cukup besar sekitar 400 tcf. Padahal, cadangan gas konvensional hanya sekitar 195 tcf.

Kepala Litbang Departemen Energi Wimpy S. Tjetjep mengatakan, sebagai bagian dari upaya eksplorasi CBM di Indonesia, kini sedang dilakukan pengeboran satu sumur di Sumatera Selatan, yaitu di sekitar Prabu Mulih. "Dari penelitian di lapangan, tampaknya lebih bagus dari lapangan milik Rusia," ujarnya.

Ditargetkan tahun ini akan kembali dilakukan pengeboran dua sumur.Sebab, kata Wimpy, untuk mengetahui adanya cadangan CBM di Sumatera perlu dilakukan pengeboran lima sumur. "Tapi kami masih terkendala pada masalah finansial," ucapnyal. Untuk mengatasi persoalan itu, Lemigas telah melakukan penjajakan investor yang ingin mengembangan CBM.

CMB merupakan gas bumi yang didominasi gas metana. Proses pembentukannya berlangsung secara alamiah dengan kondisi terperangkap dan terserap dalam batu bara. Ini berbeda dengan gas bumi konvensional yang diproduksi dari reservoir nonbatu bara, seperti pasir, gamping, dan rekahan batuan beku.

Di Indonesia ada 11 potensi CBM, di antaranya terletak di Ombilin, Sumatera Selatan, Bengkulu, Barito, Kutai, Tarakan, dan Sulawesi. Cadangan terbesar terdapat di Sumatera Selatan sekitar 183 tcf. Diharapkan CBM di Sumatera Selatan pada 2010 dapat digunakan sebagai alternatif energi untuk memasok pembangkit listrik di Sumatera Selatan.
muhamad fasabeni


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk62130 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Ford Naik Lima Peringkat di CSI
Tiga Perempuan Peneliti Raih Fellowship For Women in Science 2008
Indonesia “Juara”
Presiden Dukung Komisi Amandemen UUD 1945
Direktur Kedaulatan Rakyat Meninggal

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data