|
PLN Mengusulkan Kenaikan Tarif Dasar Listrik
Senin, 06 Juni 2005 | 18:36 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengusulkan kenaikan harga tarif dasar listrik (TDL) sebesar 12 persen untuk tahun 2006. Kenaikan itu untuk menutupi biaya operasi PLN yang semakin tinggi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan meningkatkan kemampuan keuangan perusahaan.
Direktur Utama PLN Eddie Widiono mengatakan rencana itu belum dibicarakan dengan Dewan Komisaris dan pemegang saham. "Itu angka indikatif yang belum dikonsultasikan dan akan dibahas akhir tahun 2006," katanya usai rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, Senin (6/6).
Menurut Eddie, keuangan PLN semakin berat setelah Pertamina mematok kuota BBM untuk operasional pembangkit hanya 8,4 juta kiloliter. Padahal kebutuhan PLN mencapai 11,4 juta kiloliter. "Selisihnya PLN diminta oleh Pertamina membeli sesuai dengan harga internasional sekitar Rp 4.000 per liter," tambahnya.
Selama ini Pertamina memasok BBM jenis solar dan marine fuel oil (MFO) ke PLN rata-rata 10 juta kiloliter per tahun. BBM ini digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik milik PLN yang ada di seluruh wilayah Indonesia.
Direktur Keuangan PLN Parno Isworo menambahkan, biaya belanja BBM tahun 2005 mengalami peningkatan menjadi Rp 26,3 triliun dari RKAP 2005 sebesar Rp 21,2 triliun akibat adanya kuota dari Pertamina. Sedangkan biaya kewajiban pelayanan umum tahun 2005 juga meningkat dari Rp 10,7 triliun menjadi Rp 12,77 triliun.
muhamad fasabeni
INDEKS BERITA LAINNYA :
|