Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Perbanas Akan Bahas Aturan Kredit dengan BI
Senin, 06 Juni 2005 | 14:08 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Perhimpunan Bank-Bank Nasional (Perbanas) akan bertemu dengan Bank Indonesia (BI) untuk membahas penerapan aturan baru bank sentral tentang penilaian kualitas aktiva produktif yang kini mengundang kontroversi.

Ketua Perbanas Agus Martowardojo mengatakan, peraturan BI No. 7 tahun 2005 yang dilansir Januari lalu itu tidak bisa diterapkan mendadak. "Harus ada masa transisi." Karena itu, "Kami akan bertemu dengan pihak otoritas (BI)," ujarnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi Keuangan dan Perbankan DPR di Jakarta, Senin (6/6) siang ini.

Lontaran serupa pekan lalu diungkapkan Ketua Himpunan Bank-Bank Pemerintah (Himbara) Sigit Pramono. Ia meminta Bank Indonesia duduk bersama dengan kalangan perbankan guna menyelesaikan masalah atau dampak dari penerapan aturan tersebut.

Aturan baru bank sentral menuai kontroversi karena salah satu klausulnya memuat keharusan bank-bank melakukan penyeragaman tingkat kolektibilitas kredit untuk debitor yang sama. Penerapan aturan ini akan membuat rasio kredit macet bank meningkat. Konsekuensinya, laba bank bakal tergerus, karena dana pencadangan yang harus disiapkan pun meningkat.

Sigit yang juga Direktur Utama BNI menganggap, penyeragaman kolektibilitas kredit tidak adil. Menurut anggota Komisi Keuangan DPR Dradjad Wibowo, aturan itu pun seolah-olah menghukum bank yang punya manajemen risiko kredit yang bagus dengan menyamakannya dengan bank yang manajemennya jelek.

Di sisi lain, sejumlah pejabat BI mengatakan, aturan itu dibuat justru untuk menyelamatkan bank. Karena dari pemeriksaan, ditemukan banyak debitor nakal yang tidak memberikan informasi sama kepada bank-bank pemberi kredit.

Agus mengatakan, pada dasarnya pihaknya setuju dengan penyeragaman kolektibilitas kredit. Karena, sangat penting untuk industri perbankan. Tapi, ia melihat masing-masing bank mempunyai kondisi yang berbeda dalam menghadapi dampak dari penerapan aturan itu.

Ia juga menyebutkan, salah satu masalahnya menyangkut soal kesiapan nasabah atau debitor. ?Belum semua debitor terbiasa membuat laporan keuangan yang sudah diaudit seperti diatur dalam ketentuan BI tersebut,? kata Direktur Utama Bank Mandiri itu. Selain itu, perlu waktu untuk sosialisasi, baik kepada perbankan maupun debitor.
sam cahyadi

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Peluncuran Niaga Global Access Bank Niaga di Fashion Cafe, Jakarta, 26 April 2001. [TEMPO/ Amatul Rayyani; K1A/285/2001; 20010522]. Suasana Bank Niaga cabang Sudirman, Jakarta, 27 April 2001. [TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20010509].
Peluncuran Niaga Global Access Bank Niaga
Bank Niaga
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Bank Jabar Kembali Normal
Bank Lampung Terbitkan Obligasi Rp 200 Miliar
Ratusan Pejabat Tak Bisa Ambil Gaji
Bank Syariah Diperkirakan Tumbuh 70 Persen
Corporate Banking Bank Mandiri Ikut Setujui Kredit CGN.
Bank BUMN Teliti Uang Pelicin untuk Kucurkan Kredit
BNI Belum Naikkan Suku Bunga
Bank Indonesia Usul BPK Ikut Awasi Perbankan
Danamon, Bank Terbaik 2005 Versi Majalah Investor
DPR Pertanyakan Posisi Direktur Utama Bank Mandiri
> selengkapnya...


Referensi

Latar Belakang Gugatan BDB
Kronologi Kondisi Keuangan PT. BDB Tahun 2002-2004
Profil Miranda Swaray Goeltom
Profil Burhanuddin Abdullah
Status Pengutang BPPN
> selengkapnya...

Website

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan
Bank Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Buruh Bentrok Dengan Satgas KJRI di Hongkong
Masyarakat Lebih Akrab dengan Mencoblos
Pemungutan Suara Pemilu 2009 Memakan Waktu Lebih Lama
Soetrisno Bachir Harapkan Gaet Pendukung Gus Dur
Biaya Operasional Pengelolaan Sampah Minim

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data