Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Konsumsi BBM Naik 8 Persen

Pertamina Serukan Penghematan BBM
Jum'at, 03 Juni 2005 | 13:58 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Pertamina menyerukan penghematan 10 persen konsumsi bahan bakar minyak (BBM) per hari di sektor transportasi. Penghematan itu setara dengan uang US$ 4,5 juta per hari. Demikian siaran pers Pertamina kepada Tempo, Jumat (3/6).

Menurut pejabat Humas Pertamina M Harun, penghematan 10 persen bensin premium atau 4.500 kiloliter per hari akan menghemat US$ 1,7 juta. sementara pengurangan solar 7.000 kiloliter per hari menghasilkan penghematan USD 2,8 juta. "Penghematan 10 persen artinya menghemat cadangan minyak mentah Indonesia 90.000 barel per hari," kata Harun.

Saat ini harga minyak mentah dunia yang masih tinggi di atas US$ 50 per barel. Harga produk BBM juga ikutan naik, seperti minyak tanah di atas US$ 70 per barel. US$ 60 per barel untuk bensin premium dan USD 64 per barel unutk solar. Semua harga di pasar spot Singapura.

Di tengah harga yang tinggi itu, Pertamina merasa perlu dilakukannya penghematan konsumsi di dalam negeri. Apalagi saat ini terjadi kecenderungan peningkatan konsumsi BBM, khususnya sektor
transportasi. Premium, misalnya, mengalami peningkatan signifikan dari konsumsi rata-rata Maret 43.600 kiloliter per hari menjadi 45.800 kiloliter (atau naik 5 persen per 3 bulan). Konsumsi solar juga naik menjadi 70.400 kiloliter per hari pada Mei (naik 8 persen dalam 3 bulan).

"Kenaikan konsumsi yang cukup besar ini merupakan satu masalah utama ketersediaan energi di Indonesia di tengah penurunan produksi minyak mentah secara alami," ujarnya.

Oleh karena itu, Pertamina mengajak seluruh komponen bangsa bersama-sama mengupayakan langkah nyata penghematan BBM demi kesinambungan energi bagi generasi masa depan. Upaya pemerintah dan Pertamina meningkatkan produksi migas sia-sia, jika tak diimbangi penghematan konsumsi BBM
dalam negeri. Apalagi kegiatan penghematan ini juga akan menghemat pemakaian devisa negara khususnya terkait dengan pembiayaan impor dan pengadaan BBM di tanah air.

Untuk memenuhi konsumsi BBM di dalam negeri yang rata-rata 1,15 juta barel per hari, Pertamina mengimpor 350.000 barel per hari minyak mentah dan 400.000 barel per hari produk BBM. Impor minyak mentah dilakukan untuk memenuhi kapasitas pengolahan di kilang Pertamina 1,05 juta barel per hari. Padahal produksi minyak mentah Indonesia saat ini mengalami penurunan sehingga kisaran produksi hanya bisa dipertahankan di level 1 juta barel per hari. Dari situ, 650.000 barel per hari adalah bagian pemerintah (termasuk Pertamina). Sisanya bagian kontraktor production sharing (KPS).

Menurut Pertamina, penghematan BBM tidak hanya dari sisi konsumsi, tetapi juga meningkatkan
kontrol ketat terhadap penyalahgunaan BBM akibat adanya disparitas harga antarproduk, antarsektor, dan antara harga di dalam negeri dengan harga luar negeri. Khusus sektor industri, Pertamina terus melakukan evaluasi terhadap alokasi BBM agar tidak melebihi kuota yang menjadi kesepakatan antara pemerintah dan DPR-RI. Untuk sektor industri yang menginginkan BBM melebihi kuota akan tetap dilayani dengan pemberlakuan penjualan harga valas.

Badan usaha milik negara ini juga berusaha menekan impor dengan mekanisme optimasi produksi kilang dan pasokan BBM. Upaya ini meliputi peningkatan keandalan kilang sehingga produksi dapat dijaga kesinambungannya, ketersediaan stok yang merata di depot-depot Pertamina untuk menghindari terjadinya kekurangan pasokan, dan meningkatkan kelancaran transportasi atau distribusi BBM. m syakur usman


Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Oli Mesran Kaleng, Jakarta,  9 Juni 2000. [TEMPO/ Robin Ong; 30d/116/2000; 2000/06/22]. Penutupan injeksi TEL ( Tetra Ethyline Lead) atau injeksi timbal kilang minyak Sarana Injeksi Tbk, di kilang pemurnian minyak Pertamina Unit Pengolahan (UP) VI Balongan, Indramayu, Jawa Barat , 15 Juni 2001 [Koran TEMPO/ Mustafa Ismail; K2A/108/2001; 2001
Oli Mesran
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Keputusan KPPU Dibatalkan Pengadilan
DPRD Depok: Wibawa Pemda Dipertaruhkan
SPBU Gas Alam Abaikan Himbauan Pemerintah Depok
Keuangan PT.Pertamina Dibenahi
Verifikasi Aset Tetap Pertamina Selesai
Pemerintah Sudah Bayar Rp 3,3 Triliun ke Pertamina
Pertamina Serius Ikut Tender Pipanisasi Gas di Jawa
Pembangunan SPBU Dekat Pipa Gas Diminta Stop
Pertamina Tak Boleh Beli Dolar di Pasar
Pertamina Ikut Guncang Rupiah
> selengkapnya...


Referensi

Kasus Korupsi Prioritas Kerja 100 Hari Polri
UU RI No. 22 Tahun 2001 Tentang Migas

Website

PT Pertamina


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data