Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

BI: Debitor Nakal Berikan Informasi Berbeda ke Bank
Kamis, 02 Juni 2005 | 18:26 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Bank Indonesia (BI) menemukan banyak debitor nakal yang tidak memberikan informasi sama kepada bank-bank pemberi kredit.

Kepala Biro Penelitian dan Pengaturan Bank BI SWD Murniastuti mengungkapkan, sering kali saat memeriksa bank-bank yang membiayai satu proyek yang sama, ternyata tim BI mendapat cerita yang berbeda-beda. "Dari sini, kami bisa tahu debitor nakal itu tidak memberikan informasi sama kepada semua kreditornya," kata Murni di kantor BI, Kamis (2/6) sore ini.

Yang lebih membahayakan, kata dia, di Indonesia tindakan debitor nakal seperti itu belum diatur oleh sistem hukum sebagai tindakan kriminal. Padahal di Amerika Serikat tindakan itu sudah termasuk tindakan kriminal.

Ia menambahkan, dari sisi banknya, juga ada kelemahan karena biasanya bank ketat melakukan pengawasan kredit di awalnya saja. Namun, sepanjang perjalanan proyek, bank idak terlalu ketat mengawasinya. "Seharusnya pengawasan kredit itu dari awal sampai akhir. Bank bisa melakukan check on the spot (pengecekan lapangan). Itu jarang dilakukan," ujarnya. sam cahyadi

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Direktur Bank Indonesia (BI), Hendro Budiyanto pada rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR di gedung MPR/DPR, Jakarta, 1993. [TEMPO/ Rully Kesuma; 15D/210/1993; 20021001]. Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Maulana Ibrahim saat jumpa pers di Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta, 27 Februari 2003. [TEMPO/ Wahyu Setiawan; K12A/179/2003; 20030225].
Hendro Budiyanto
Maulana Ibrahim
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Suku Bunga SBI Tetap 8 Persen
BI Tetapkan Pembayaran Minimum Kartu Kredit
BI: Laba Bank BUMN Terancam Merosot
BI Naikkan Suku Bunga Penjaminan
BI: Danamon Simpan Pinjam Tidak Mematikan BPR
Pengamat Pesimis Asumsi APBNP Terpenuhi
Bank Dunia Alokasikan US $ 5 Juta Untuk Kembangkan UKM
Bank Asing Bikin Tak Nyaman Pengguna Kartu Kredit
BI Bantah Lemah dalam Pengawasan Bank
BI: Kenaikan SBI Selalu Terbuka
> selengkapnya...


Referensi

Profil Miranda Swaray Goeltom
Profil Burhanuddin Abdullah
Latar Belakang Perusahaan Pengelola Aset Negara (PPA)
Keppres RI No. 17 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Keppres No. 26 Tahun 1998 Tentang Jaminan Terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Umum
Keppres RI No. 1 Tahun 2004 Tentang Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang
PP RI No. 47 Tahun 2001 Tentang Perubahan Keempat Atas PP No. 17 Tahun 1999 Tentang Badan PenyehatanPerbankan Nasional
> selengkapnya...

Website

Bank Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data