|
Per Maret Akibat PBI
Tingkat Kredit Macet BNI Naik
Rabu, 01 Juni 2005 | 20:21 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Manajemen PT Bank Negara Indonesia Tbk memperkirakan tingkat kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) pada Maret naik hingga 6 persen. Penyebabnya, aturan Bank Indonesia yang baru (PBI) No 7/2005.
“Simulasi Maret ada sedikit pengaruh atas NPL dari 5,5 persen menjadi 6 persen. Jika diperhitungkan dengan Penyisihan Pencadangan Aktiva Produktif, masih di bawah 2 persen,” kata Direktur Utama BNI Sigit Pramono, Rabu (1/6), usai rapat dengar pendapat dengan Komisi Keuangan dan Perbankan DPR.
Ia menjelaskan, Angka itu lebih tinggi jika dibandingkan Maret tahun lalu yang mencatat NPL gross 4,6 persen, sedangkan NPL nett 4,5 persen. Dia juga belum memastikan untuk menurunkan status kolektibilitas debitor BNI yang berada di bank lain dan terkena PBI. “Kami harus mengecek kembali. Di bank lain, penurunan karena kebijakan internal. Tidak fair kalau kita mengikuti kebijakan bank lain yang menurunkan kolektibilitasnya,” ujarnya.
Hal berbeda, kata dia, kecuali nasabah tidak membayar cicilan atau kewajiban pada bank, laporan keuangan memburuk, dan prospek usaha memburuk. “Kalau tidak, apa alasan kami menurunkan kolektibilitas,” katanya. Saat ini, debitor BNI di bank lain hanya 2 debitor. Salah satunya, Raja Garuda Mas (RGM).
Ia juga memastikan laba bersih selama triwulan pertama tahun ini tidak akan turun akibat penerapan PBI tersebut, seperti yang terjadi di Bank Mandiri. Seperti diberitakan, Bank Mandiri mencatat penurunan laba bersih periode Januari-Maret tahun ini sebesar 70,2 persen, jika dibandingkan periode sama tahun lalu. Penyebabnya, penyesuaian kolektibilitas kredit berdasar hasil pemeriksaan dan aturan BI. Dengan menjalankan PBI itu, rasio kredit macet Bank Mandiri per 30 September 2004 mencapai 19,25 persen. rr. ariyani
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Direktur Utama Bank BNI, Saifuddien Hasan pada acara launching produk BNI terbaru yaitu BNI Investement yang merupakan hasil kerja sama antara Bank BNI dan BNI Securities di gedung BNI '46 di Jl. Sudirman, Jakarta, 25 Oktober 2002. [TEMPO/ Wahyu Setiawan; K11A/167/2002; 20021209].](/hg/photostock/2004/12/28/s_K11A16709_high_thumb.jpg) |
![Direktur Utama Bank BNI, Saifuddien Hasan dan Direktur Utama BNI Securities, Suryo Danisworo berbincang- bincang usai acara launching produk BNI terbaru yaitu BNI Investement yang merupakan hasil kerja sama antara Bank BNI dan BNI Securities di gedung BNI '46 di Jl. Sudirman, Jakarta, 25 Oktober 2002. [TEMPO/ Wahyu Setiawan; K11A/167/2002; 20021209].](/hg/photostock/2004/12/27/s_K11A16703_high_thumb.jpg) |
|
|
| Suryo Danisworo dan Saifuddien Hasan
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|