Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Impor Beras Jadi Opsi Terakhir
Rabu, 01 Juni 2005 | 16:37 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah belum mau melakukan impor beras dalam waktu dekat. Kepala Badan Ketahanan Pangan Kaman Nainggolan mengatakan, kebijakan membuka impor beras adalah solusi terakhir. "Opsi itu dilakukan jika kita benar-benar kekurangan pangan," kata Kaman dalam rapat kerja dengan Komisi Pertanian,Rabu (1/6).

Sebelumnya Kepala Perum Bulog Wijanarko Puspoyo menjelaskan, pengadaan beras tahun ini diperkirakan turun menjadi 1,9 juta ton dari target 2,2 juta ton. Sebab dari laporan sentral Bulog di 28 kabupaten, terjadi kekurangan pasokan karena kekeringan atau gagal panen. Hingga Mei, pengadaan beras dalam negeri mencapai 900 ribu ton. "Jadi masih kurang 1 juta ton ," kata dia.

Namun, lanjutnya, dia optimistis kebutuhan pengadaan beras hingga akhir tahun dapat dipenuhi. Karena itu, kecil kemungkinan Indonesia mengimpor beras pada tahun ini. Apalagi saat ini stok beras di pasar internasional menurun sehingga harga juga naik.

Kaman menjelaskan, kesulitan pengadaan beras perlu dianalisis. Jika beras petani sulit diserap pasar dalam negeri, apa faktor penyebabnya. "Apa karena harga terlalu tinggi. Kalau memang itu masalahnya, seharusnya bisa disepakati harga dengan duduk bersama-sama," kata Kaman.

Menurutnya, dari hasil panen tahun lalu 54,06 juta ton atau naik 3,69 persen dari produksi 2003, dia juga optimistis tahun ini total produksi padi bisa lebih baik lagi. Apalagi terjadi kenaikan lahan 3,66 persen dari luas 11,49 juta hektare menjadi 11,91 juta. "Terjadi pergeseran kecenderungan konsumsi dari beras ke mi dan roti. "Kecenderungan ini lebih jelas terlihat pada masyarakat perkotaan." Rini Kustiani

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
   
Menteri Pertanian (Mentan) Ir. Wadoyo diwawancara wartawan di gedung MPR/DPR RI, Jakarta, 1991. [TEMPO/Robin Ong; 07D/341/1992; 20040714].
Ir. Wadoyo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Subsidi Pupuk APBN 2005 Rp 1,3 Triliun
Departemen Pertanian Ajukan Pinjaman ke IDB
Menteri Pertanian Tandatangani MoU dengan Republik Fiji
Deptan Akan Tambah Tenaga Penyuluh
Deptan Adakan Kerja Sama Pembiayaan Kredit Syariah
Menteri Pertanian Dukung Perpanjangan Kredit Petani
Sumatera Selatan Bebas Flu Burung
Larangan Impor Beras Diperpanjang Hingga Desember
Menteri Pertanian Setujui Dua Pabrik Gula Impor Gula Mentah
Pemerintah Optimistis Bebas Flu Burung 2007
> selengkapnya...


Referensi

Anthrax
Flu Burung
PP RI No. 14 Tahun 2004 Tentang Syariat dan Tata Cara Pengalihan Perlindungan Varietas Tanaman dan Penggunaan Varietas Yang Di Lindungi Oleh Pemerintah
PP RI No. 13 Tahun 2004 Tentang Penanaman, Pendapatan dan Penggunaan Varietas Asal Untuk Pembuatan Varietas Turunan Esensial
Inpres RI No. 8 Tahun 2000 Tentang Penetapan Harga Dasar Gabah Serta Harga Pembelian Gabah dan Beras
Daerah Endemis Antrax di Indonesia
> selengkapnya...

Website

Departemen Pertanian


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Venus Juara Wimbledon Kelima Kalinya
Pole Position Pertama Kovalainen
Pengendara Motor Tewas Akibat Jatuh Saat Boncengan Berlima
Jusuf Kalla Siap Suntik Dana Kampanye Jagonya di Jawa Timur
Cagub Jatim Tolak Kontrak Politik Penghapusan Sunat Perempuan

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data