|
Ekonomi Bisnis
Asumsi Harga Minyak di APBN-P Menjadi US$ 40-45 per Barel
Rabu, 01 Juni 2005 | 12:41 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Asumsi harga minyak di APBN-P 2005 akan diubah menjadi US$ 40-45 per barel. Semula asumsinya US$ 35 per barel. Menteri Keuangan menjelaskan, pemerintah berpendapat asumsi harga minyak mentah Indonesia pada APBN-P 2005 perlu direvisi. Perkiraan harga minyak yang lebih tinggi dipengaruhi faktor fundamental dan nonfundamental.
Faktor fundamental, katanya, terkait dengan peningkatan permintaan minyak dunia terutama industri di Cina, India, dan Jepang. Di sisi pasokan, perkembangan terakhir harga minyak menimbulkan kekhawatiran sejumlah negara produsen minyak sehingga mereka cenderung menahan pasokan . "Negara-negara itu khawatir akan menjadi netimportir minyak," kata menteri dalam rapat kerja dengan Panitia Anggaran, kemarin malam.
Menurut Jusuf, faktor nonfundamental terkait kondisi geopolitik yang masih belum stabil di kawasan Timur Tengah. Hal itu diperkirakan bisa mempengaruhi pasokan minyak mentah dunia.
Sebelumnya, Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat bersama Departemen ESDM dan Departemen Keuangan menyepakati produksi minyak Indonesia tahun ini 1,125 juta barel per hari. Perkiraan ini akan dicapai dengan berbagai upaya menekan penurunan alamiah sumur-sumur tua dari 15 persen per tahun menjadi 6-7 persen. Pengadaan minyak mentah untuk kebutuhan BBM dalam negeri tahun ini diperkirakan 375.057.000 barel. Jumlah itu akan dipenuhi dari hasil kilang dalam negeri 265.358.000 barel, dan impor 109.699.000 barel. thoso priharnowo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|