Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

RI-Jepang Setuju Bahas Perdagangan Bebas
Rabu, 01 Juni 2005 | 12:22 WIB

TEMPO Interaktif, Tokyo: Indonesia dan Jepang sepakat untuk mengawali pembicaraan mengenai perjanjian perdagangan bebas pada awal bulan depan. Kesepakatan itu dicapai pada pembicaraan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Menteri Perdagangan Jepang Shoichi Nakagawa di Tokyo, hari ini.

"Perundingan pada tingkat pejabat teknis akan dimulai awal Juli," kata seorang pejabat di Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang seperti dikutip kantor berita AFP.

Pejabat itu menambahkan, Presiden Yudhoyono dan Perdana Menteri Junichiro Koizumi akan mengumumkan secara resmi soal ini dalam pertemuan keduanya, Kamis. Pembicaraan awal tentang kemungkinan perdagangan bebas kedua negara sebenarnya sudah dimulai sejak April lalu.

Jepang pekan lalu juga telah menjalin perjanjian perdagangan bebas dengan Malaysia. Sebelumnya, perjanjian yang sama diteken dengan Singapura dan Meksiko. Selain Indonesia, perjanjian serupa sedang dibahas Negeri Matahari Terbit itu dengan Filipina dan Thailand.

Yudhoyono tiba di Tokyo, Selasa, setelah melawat ke Vietnam dan Amerika Serikat. Pada kunjungan empat hari di Jepang ini, Presiden juga akan bertemu para pemimpin militer setempat, yang mengirimkan 950 personelnya ke Aceh, awal tahun ini. AFP

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Cendekiawan Muslim, Nurcholish Madjid alias Cak Nur (kanan) didampingi calon presiden dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY (kiri), dalam konferensi pers seusai melakukan pertemuan empat mata di kediaman Cak Nur di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis, 6 Mei 2004. [TEMPO/Usman Iskandar; K21A/204/2004; 20040507]. Panglima Angkatan Bersenjata Singapura, Mayor General Ng Yat Chung (kiri) bersalaman dengan Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Susilo Bambang Yudhoyono saat melakukan kunjungan kerja di Kantor Menko Polkam, Jakarta, 17 Juni 2003. [TEMPO/ Bagus Indahono; K15A/407/2003; 20030625].
Nurcholish Madjid dan Susilo Bambang Yudhoyono
Susilo Bambang Yudhoyono dan Ng Yat Chung
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

RI-Vietnam Sepakat Perangi Terorisme
Presiden: Saya Kembali Bila Tak Teratasi
Bush Percaya Yudhoyono Akan Reformasi TNI
Presiden Akan Bertemu Janda Korban Timika
Presiden: Hamid Diberhentikan Jika Diminta KPK
Achmad Mubarok dan Agus Abubakar Kuda Hitam
Pengurus Partai Demokrat Berseteru Tak Dapat Suara
Mahasiswa Cirebon Segel Rumah Walikota
Pembusukan Calon Ketua Partai Demokrat Beredar di Sanur
Kuota Haji Mungkin Naik, Ongkos Tidak
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi 100 Hari Pemerintahan Yudhoyono
Kasus Puteh dan Masa Depan Pemberantasan Korupsi
Wiranto: Yudhoyono Pernah Janji bahwa Kalla Tak Akan Maju
Jangan Sampai Jadi Dokumen Tanpa Arti

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk61838 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Polisi Tangkap Tiga Pendukung Persib
Pelatih Akui, Pertahanan Persib Rapuh
ICW Menilai Anggaran Hak Angket Terlalu Besar
Revisi UU Perikanan Merujuk Australia
Pemerintah Bahas Pemulangan TKI dari Malaysia

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data