|
Suku Bunga SBI Tetap 8 Persen
Rabu, 01 Juni 2005 | 10:49 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Deputi Senior Gubernur BI, Miranda Goeltom menyatakan bahwa BI akan tetap mempertahankan rata-rata suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) tiga bulan pada tahun 2005 sebesar delapan persen.
Tingkat suku bunga ini akan mempertahankan suku bunga ril (real interest rate) pada tingkat yang kompetitif bagi masuknya modal asing.
"Saat ini, tidak ada rencana untuk menaikan suku bunga SBI lebih besar dari nilai itu," ujar Miranda seusai mengikuti rapat konsultasi pembahasan APBN Perubahan 2005 dengan panitia anggaran di DPR, Selasa (31/5) malam.
Suku bunga SBI, menurut Miranda, pada dasarnya adalah instrumen moneter untuk mengendalikan inflasi. Seiring dengan meningkatnya perkiraan inflasi, Bank Indonesia terus melanjutkan kebijakan moneter yang cenderung ketat. "Tingkat suku bunga delapan persen, masih reasonable bagi dunia usaha untuk melakukan investasi di sektor ril,” tandasnya.
Ia menambahkan bahwa BI akan terus melakukan langkah-langkah untuk menyerap ekses likuiditas yang ada di pasar. BI, kata Miranda, selalu menghitung berapa sesungguhnya uang beredar yang sesuai dengan kebutuhan ril perekonomian. Jika terjadi kelebihan, “Kami akan serap dengan penjualan SBI atau sterilisasi valas."
Saat ini asumsi inflasi pemerintah dalam APBNP 2005 adalah 7-8 persen. Relatif tingginya, perkiraan laju inflasi 2005, antara lain sebagai akibat dari kenaikan harga BBM pada awal Maret 2005 dan bencana alam di NAD dan Nias. Thoso Priharnowo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|