Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Industri Tak Mampu Penuhi Kebutuhan Pasar
Rabu, 01 Juni 2005 | 03:12 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Gabungan Asosiasi Perusahaan Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia A. Saiful mengatakan industri dalam negeri tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar karena peralatan dan mesin-mesin yang sudah tua.

Kondisi tersebut dihadapkan dengan permintaan luar negeri yang terus berkembang. “Industri dalam negeri praktis tidak berkembang selama delapan tahun sementara permintaan luar negeri terus berkembang,” ujar Syaiful.

Saiful mencontohkan industri tekstil yang mengalami kesulitan dalam produksi karena peralatan yang dimiliki sudah sangat tua. "Karena tidak ada renovasi peralatan, kita tertinggal. Kalaupun ada industri tekstil yang menggunakan peralatan modern, jumlahnya masih sangat sedikit," ujarnya.

Sementara industri mesin dan logam yang ada juga belum mampu memenuhi volume kebutuhan pasar baik dalam kualitas maupun kuatitas. Karenanya, menurut Saiful, untuk mengatasi hal ini dibutuhkan kebijakan dibidang infrastruktur.

"Infrastruktur kita sudah sangat menyedihkan, karena itu konsistensi di bidang industrialisasi harus menyeluruh," tambah Saiful. Menurutnya, hal itu sangat penting karena industrialisasi tidak dapat dilaksanakan bila faktor pendukung tidak ada.

Riska S Handayani

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Industri/ pabrik tekstil/ sarung sarung tenun dengan mesin di Majalaya, Jawa Barat, 4 April 2001 [TEMPO/ Dwi Wiyana; 32D/359/2001; 20010704]. Industri/ pabrik tekstil/ sarung sarung tenun dengan mesin di Majalaya, Jawa Barat, 4 April 2001 [TEMPO/ Dwi Wiyana; 32D/359/2001; 20010704].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Komisi Industri DPR Minta Pemerintah Pertahankan Texmaco
Rupiah Melemah, Pertekstilan Untung
Presiden: Industri Tekstil Harus Perhatikan HAKI
Presiden Optimis Industri Tekstil Tingkatkan Devisa
Deperindag Siapkan Data Industri Tekstil Bagi Perbankan
10 Ribu Buruh Tekstil di Sukoharjo Kena PHK
BEJ Suspend Saham Polysindo
Rini Minta Pengusaha Tekstil Benahi Industrinya
Pemerintah Diminta Lakukan Operasi Pasar Tekstil Ilegal
Pusat Tekstil Ciledug Dibuka
> selengkapnya...


Referensi

Keppres RI No. 40 Tahun 1999 Tentang Dewan Pembina Industri Strategis

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Kovalainen tercepat
Tersangka Teroris Asal Singapura Tak Bisa Dideportasi
Todung Mulya Lubis Pesta Ulang Tahun Ke-59
Tak Ada Minyak Mentah Di Antapani
Walikota Cirebon Tolak Cairkan Gaji ke 13

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data