|
Ekonomi Bisnis
Gudang Garam Tunggu Komentar GAPPRI
Selasa, 31 Mei 2005 | 17:21 WIB
TEMPO Interaktif, Kediri:Rencana pemerintah lewat Menteri Keuangan Jusuf Anwar akan menaikan harga jual eceran rokok (HJE) 15-20 persen per 1 Juli 2005 membuat produsen rokok PT Gudang Garam Tbk, Kediri kebingungan menentukan sikap.
Pabrik rokok yang berbasis di Kediri, Jawa Timur itu belum berani mengomentari lebih jauh. "Kami tidak bisa mengomentari kenaikan itu yang paling pas Gappri (Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia),"kata Kepala Divisi Umum, sekaligus juru bicara PT Gudang Garam Tbk, Slamet Budiono, Selasa (31/5).
Sikap raksasa rokok terbesar di Asia ini berbeda
dengan ketika pada bulan Juli 2001 lalu pemerintah
menaikkan HJE untuk menutupi difisit APBN 2001
sehingga diharapkan bisa mendongkrak cukai rokok dari
Rp 17,1 triliun menjadi Rp 17,6 triliun. Saat itu
Gudang Garam menyatakan dengan tegas bahwa kebijakan
menaikkan HJE sangat memberatkan produsen rokok.
Dari pantuan Tempo di tempat produksi sigaret kretek
tangan (SKT) di Unit I PT Gudang Garam, memang proses
produksi masih berlangsung stabil. Tidak ada
tanda-tanda pengurangan jumlah produksi. "Tak ada pengurangan jam kerja, hingga kini proses produksi masih
stabil,"kata Asisten Kabag Humas Gudang Garam, Vidya Rahayu Budianto.
Dwidjo U. Maksum
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|