|
Ekonomi Bisnis
BI: Laba Bank BUMN Terancam Merosot
Selasa, 31 Mei 2005 | 12:34 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Laba bank-bank BUMN selain Bank Mandiri terancam merosot. Hal itu diungkapkan Deputi Gubernur Bank Indonesia Siti Fadjrijah di sela-sela seminar perbankan, kemarin.
Fadjrijah mengatakan, ada kemungkinan Peraturan Bank Indonesia (PBI) baru soal kolektibilitas kredit juga mempengaruhi laba yang diperoleh bank-bank BUMN, selain Bank Mandiri. PBI tentang penilaian kualitas aset bank umum yang dikeluarkan 25 Januari 2005 mengatur soal penilaian atas kredit yang diberikan beberapa bank kepada satu nasabah yang sama.
Jika bank-bank itu memberikan tingkat penilaian berbeda terhadap kredit yang diberikan kepada satu debitor yang sama, harus ada penyeragaman di antara mereka. "Kalau ada satu bank menyatakan kredit itu kolektibilitas 4 (diragukan), bank lain yang memberikan penilaian kolektibilitas 1 (lancar) harus menurunkan menjadi kolektibilitas 4 juga," paparnya.
Menurutnya, dampak dari penurunan kolektibilitas kredit, Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) akan bertambah. Artinya, laba yang diperoleh bank berkurang. "Efek berikutnya, rasio kredit macet bank bertambah."
Namun, ia belum bisa memastikan bank-bank BUMN mana yang labanya juga turun akibat peraturan tersebut. Karena pihaknya belum tahu detail debitor-debitor yang dibiayai beberapa bank. BI masih harus mengecek terlebih dahulu laporan keuangan yang dikeluarkan bank-bank BUMN, apakah sudah mengikuti peraturan baru BI. "Hasilnya akan dicocokkan dengan data BI." Jika dari hasil penyocokan, diketahui ada bank belum mengikuti aturan BI, untuk pengumuman laporan keuangan bank BUMN semester depan atau triwulan kedua harus disesuaikan. sam cahyadi
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|