Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Dirjen Bea Cukai : Produsen Rokok Menerima Kenaikan
Selasa, 31 Mei 2005 | 01:44 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Dirjen Bea dan Cukai, Eddy Abdurrahman, menyatakan secara umum produsen rokok menerima rencana kenaikan harga jual eceran (HJE) rokok yang akan berlaku mulai 1 juli mendatang. "Secara umum, mereka produsen rokok menerima kenaikan itu,"ujar Eddy pada wartawan di Gedung Departemen Keuangan.

Menurut Eddy, sekalipun rencana itu diterima, produsen rokok masih memiliki sikap berbeda soal besaran kenaikan HJE. "Ada yang setuju 10 persen, ada yang 15, ada juga yang 20 persen,"katanya.

Besaran pasti kenaikan HJE, menurut Eddy, masih akan dibahas lebih detail bersama Kementerian Menko Perekonomian. "Pak menkeu sudah memberi isyarat bahwa besarannya antara 15-20 persen. Tapi, karena ini menyangkut kepentingan banyak pengambil kebijakan, maka rencana ini masih akan dibahas detail di bawah koordinasi Menko Perekonomian. Jadi, menunggu Pak Menko pulang,"ujar Eddy.

Bagi Eddy, penetapan besaran pasti kenaikan HJE akan tetap memperhitungkan tingkat produksi dan konsumsi rokok masyarakat. "Juga akan dilihat elastisitas pemintaan rokok,"katanya.

Walaupun Menko Perekonomian masih berada di luar negeri, pergi bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Menteri Keuangan Jusuf Anwar memastikan pemerintah akan tetap menaikkan HJE pada 1 Juli mendatang. "Kenaikannya tetap 1 Juli,"katanya.

Thoso Priharnowo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Suasana acara promosi rokok L&M produksi Philip Morris, Jakarta, 5 Juni 2001 [Koran TEMPO/ Arie Basuki; K2A/015/2001; 20010629]. Billboard iklan Rokok Bentoel Mild, 30 September 2000. [ TEMPO/Awaluddin R; 31D/392/2000; 20001213 ].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20001008-125
Iklan Rokok Bentoel
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Ingin Debitor Kredit Macet Kooperatif
Pemerintah akan Hapus Tagih Utang di Bank BUMN
1 Juli 2005, Harga Jual Rokok Akan Naik
Piutang Macet Rp 10,24 Triliun Didesak Dieksekusi
Wapres Mulai Bersih-bersih di Kantornya
Menkeu Persilakan KPK Periksa Bawahannya
Dana Untuk Badan Rekonstruksi Cair Rp 30 Miliar
Rp 90 Triliun Buat Subsidi BBM
PNS Solo Lebih Suka Kenaikan Gaji Ketimbang Gaji ke-13
Penerimaan Bea Cukai Rp 14,478 Triliun
> selengkapnya...


Referensi

Perjalanan BPPN dari Waktu ke Waktu
Status Pengutang BPPN
Profil Iwan Prawiranata
Profil Glen Yusuf
Keppres RI No. 17 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Keppres No. 26 Tahun 1998 Tentang Jaminan Terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Umum
Keppres RI No. 16 Tahun 2004 Tentang Pembentukan Tim Pemberesan Badan Penyehatan Perbankan Nasional
Keppres RI No. 3 Tahun 2004 Tentang Sistem Kepegawaian Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan
> selengkapnya...

Website

Departemen Keuangan


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Honda Akan Luncurkan Honda Insight
Bupati Purworejo Jamin Petani Dapat Ganti Rugi
DPP PKB Balik ke Kalibata
Soal Padi Super Toy, Heru Lelono Menolak Bertanggung Jawab
Pemeringah Akan Hentikan Impor Gula Putih

<< May,2005>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data