|
Ekbis
Danamon, Bank Terbaik 2005 Versi Majalah Investor
Rabu, 25 Mei 2005 | 19:11 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Majalah Investor memilih PT Bank Danamon Tbk sebagai bank terbaik untuk kategori Bank Umum Rekap beraset di atas Rp 50 triliun, mengalahkan BRI, BCA, BNI dan Bank Mandiri.
Primus Dorimulu, Pemimpin Redaksi majalah Investor menyebutkan, bahwa pemeringkatan di dasarkan pada delapan kategori berbeda dengan pemenang di tiap kategori.
Selain Danamon, bank-bank yang memperoleh penghargaan adalah Bank Niaga untuk kategori Bank Umum Rekap beraset Rp 10-50 triliun, Bank Panin untuk kategori Bank Umum Nonrekap beraset Rp 10-50 triliun, Bank Mestika Dharma untuk kategori Bank Umum Nonrekap beraset Rp.1-10 triliun, Bank DKI untuk kategori Bank Pembangunan Daerah (BPD) beraset Rp.5-10 triliun, BPD NTT untuk kategori BPD Beraset Di Bawah Rp.5 triliun, Bangkok Bank untuk kategori Bank Asing, dan BPD Jabar untuk kategori BPD Terinovatif.
Dalam pemeringkatan kali ini, bank-bank syariah tidak diikut sertakan dalam pemeringkatan. "Bank syariah sekalipun memiliki kriteria pemeringkatan, tidak diikut sertakan mengingat prinsip pengelolaannya berbeda," ujar Primus.
Ia menambahkan bahwa pemilihan bank terbaik didasarkan atas pemeringkatan majalah Investor dengan menggunakan 12 kriteria, yakni CAR (Capital Adequency Ratio), ROA (Return on Asset), ROE (Return On Equity), NIM (Net Interest Margin), LDR (Loan To Deposit Ratio), BOPO (perbandingan beban operasional dengan pendapatan operasional), Rasio Tabungan (perbandingan jumlah giro dan tabungan dengan dana masyarakat), Rasio Pendapatan Non Bunga Bersih (perbandingan pendapatan non bunga denagn pendapatan total), Pertumbuhan Kredit Dua Tahun, Pertumbuhan Laba Operasional Dua Tahun, dan Rasio Utilitas Kredit.
Menurut Primus, dari 132 bank yang beroperasi di Indonesia, hanya 116 bank yang diperingkat. 16 bank diantaranya, tidak lolos seleksi awal atas beberapa kriteria yakni CAR minimum 8 persen, tidak mendapat opini disclaimer dari akuntan publik pada laporan keuangan tahun buku 2004, memenuhi ketentuan PPAP (penyisihan penghapusan aktiva produktif), tidak melebihi 50 persen BMPK (batas maksimum pemberian kredit), Giro Wajib Minimum (GWM) tidak kurang dari 5 persen, Posisi Devisa Netto (PDN) tidak lebih dari 20 persen, dan tidak mengalami rugi tahun 2004.
Adapun dewan juri untuk penghargaan ini adalah pengamat perbankan Aviliani dari Universitas Paramadina, Deny Darury dari Center For Banking Crisis, mantan Dirut Bank Bumiputera Winni E.Hassan dan Analis Perbankan Joshua Tanja. Thoso Priharnowo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Peluncuran Niaga Global Access Bank Niaga di Fashion Cafe, Jakarta, 26 April 2001. [TEMPO/ Amatul Rayyani; K1A/285/2001; 20010522].](/hg/photostock/2005/03/10/s_K1A28501_high_thumb.jpg) |
![Suasana Bank Niaga cabang Sudirman, Jakarta, 27 April 2001. [TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20010509].](/hg/photostock/2005/03/10/s_BC01042712_high_thumb.jpg) |
| Peluncuran Niaga Global Access Bank Niaga
|
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|