|
Philip Morris Belum Akan Tambah Saham Publik di Sampoerna
Senin, 23 Mei 2005 | 15:24 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Direktur PT H.M. Sampoerna Martin King mengatakan, Philip Morris sebagai pemegang saham mayoritas hingga saat ini belum memiliki rencana melakukan penambahan jumlah saham publik.
Hal itu disampaikannya seusai melakukan pertemuan dengan Direktur Utama Bursa Efek Jakarta Erry Firmansyah. Menurut King, perseroan dalam beberapa waktu ke depan masih menfokuskan diri untuk melakukan pengembangan bisnis.
"(Targetnya) supaya Sampoerna bisa menjadi perusahaan rokok terbesar di Indonesia," ujar King.
Sehubungan dengan itu, Erry Firmansyah mengatakan, saat ini saham publik di Sampoerna hanya sebesar dua persen. Kendati hal itu, kata dia, tidak menjadi persoalan mengingat tidak ada ketentuan bursa mengenai syarat minimun jumlah saham publik.
Rabu (18/5), Philip Morris merampungkan pembelian 97 persen saham Sampoerna senilai US$ 4,9 miliar. Philip Morris juga telah menempatkan orang-orang guna menduduki posisi penting di produsen rokok terbesar ketiga di Indonesia itu.
Erry juga menegaskan, Phillip Morris Indonesia tidak akan melakukan merger dengan HM Sampoerna. "Mereka tetap mempertahankan sebagai dua entitas," katanya.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil Bapepam Indarto, mengatakan bahwa persyaratan jumlah saham supaya tercatat tergantung kepada otoritas bursa. "Yang penting dia (Phillip Morris) berkomitmen akan tetap menjadi perusahaan terbuka. Itu yang dipegang oleh Bapepam," kata Indarto.
Fanny Febiana
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|